KIP Kuliah 2026 Mulai Cair, Ini Hak dan Larangannya
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.
Stadion Mandala Krida/Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja tidak bisa memakai Stadion Mandala Krida pada pertandingan kandang pertama Grup Timur Liga 2 2019 menjamu Persik Kediri, Senin (1/7/2019).
Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY belum memberikan izin kepada manajemen Laskar Mataram untuk menggunakan stadion berkapasitas 40.000 penonton tersebut.
“Sampai kini kami baru membuat surat dari Kepala Dinas Dikpora DIY kepada Sekda DIY terkait laporan penggunaannya,” kata Kepala BPO Disdikpora DIY, Eka Heru Prasetya kepada harianjogja.com, Senin (24/6/2019) siang.
Menurut Eka, sejak diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X, pada 10 Januari lalu itu, stadion tersebut belum bisa digunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola, apalagi pertandingan yang dihadiri penonton dalam jumlah besar.
Selain itu, birokrasi penggunaan Stadion Mandala Krida juga cukup panjang dan sekarang masih berada di tahap awal. Saat ini, Disdikpora DIY masih membuat laporan serah terima Stadion Mandala Krida dari kontraktor. Laporan itu dikirim kepada Sekda DIY, kemudian dikaji oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIY.
“Mungkin sekitar sebulan untuk prosesnya,” ujar Eka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.
Manchester City vs Chelsea di final Piala FA Wembley. Guardiola dan McFarlane siap duel perebutan gelar.
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Malioboro dipadati 50.138 wisatawan saat long weekend. Puncak kunjungan terjadi malam hari di Jogja.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia