Berbekal Video Viral, 17 Orang Ditangkap karena Terbangkan Balon Udara
Aparat Satreskrim Polres Madiun menangkap 17 orang yang telah menerbangkan balon udara yang dilengkapi dengan petasan. Polisi masih memeriksa 17 orang tersebut.
Para atlet Kota Madiun berfoto bersama sebelum dilepas untuk bertanding di Porprov VI Jawa Timur, Senin (1/7/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)
Harianjogja, MADIUN -- Kota Madiun hanya sanggup mengirimkan satu atlet cabang olahraga pencak silat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur tahun 2019. Tersisanya satu atlet ini setelah atlet silat dari Kota Madiun gugur dalam prakualifikasi Porprov VI Jatim.
Dengan jumlah pesilat di Madiun yang cukup banyak semestinya bisa menjadi lumbung emas bagi kontingen Kota Madiun pada ajang kompetisi dua tahunan itu. Tetapi sejumlah atlet silat dari kota berjuluk Kota Pendekar tidak mampu mempertahankan serangan sehingga harus kalah pada saat prakualifikasi.
Ketua KONI Kota Madiun, Tatok Raya, mengatakan sebenarnya kontingen Kota Madiun mengirimkan delapan pesilat dalam ajang Porprov VI. Kemudian para pesilat mengikuti prakualifikasi dan hanya tersisa satu atlet silat saja yang bisa mewakili Kota Madiun di ajang Porprov VI tanggal 6-13 Juli 2019 di Tuban, Bojonegoro, Gresik, dan Lamongan.
"Ya cuma satu atlet silat kita. Silat ini kan ada prakualifikasinya. Sebenarnya ada delapan atlet yang kita kirim. Tapi saat pertandingan prakualifikasi kalah. Hanya ada satu atlet saja," kata dia, Senin (1/7/2019).
Mengenai delapan atlet yang dikirim, dia mengatakan hanya delapan pesilat memenuhi persyaratan dan sudah pernah bertanding di tingkat provinsi. Sehingga KONI Kota Madiun hanya mengirim delapan pesilat itu untuk ikut dalam Porprov.
Sementara itu, Komandan Kontingen Kota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri, mengharapkan satu-satunya atlet pencak silat wakil Kota Madiun itu bisa meraih emas Porprov.
"Hanya itu yang kita kirim. Itu yang kita gadang-gadang. Target emas," ujar wanita yang juga Wakil Wali Kota Madiun itu.
Inda menuturkan Kota Madiun memang dikenal sebagai Kota Pesilat. Jumlah pesilat memang cukup banyak di Kota Madiun. Namun, hal itu tidak menjadi jaminan Kota Madiun bisa menguasai cabor silat pada ajang Porprov Jatim.
Lebih lanjut, Inda menyampaikan seluruh atlet yang bertanding dalam Porprov VI Jatim telah diasuransikan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Diharapkan para atlet bisa bertanding dengan tenang dan nyaman dan keluarga juga tidak perlu waswas.
"Atlet Kota Madiun sudah dilindungi asuransi selama Porprov, bahkan untuk satu tahun ke depan," kata Inda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Aparat Satreskrim Polres Madiun menangkap 17 orang yang telah menerbangkan balon udara yang dilengkapi dengan petasan. Polisi masih memeriksa 17 orang tersebut.
Pembayaran ganti rugi tol Jogja-Kulon Progo di Bantul kembali cair Rp57,08 miliar untuk 53 bidang tanah di Argomulyo Sedayu.
Moh Zaki Ubaidillah lolos ke perempatfinal Malaysia Masters 2026 usai menang dramatis, sementara Bobby/Melati tersingkir di 16 besar.
Jadwal bola malam ini 21-22 Mei 2026 menghadirkan duel penentuan juara Liga Arab Saudi antara Al-Nassr dan Al-Hilal.
Pemda DIY matangkan penataan eks Parkir ABA dan Panggung Krapyak dengan konsep ruang hijau minim bangunan, RTH ditargetkan mulai 2026.
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.