Suarez Menangis karena Jadi Biang Kekalahan Uruguay
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Alexis Sanchez/Reuters-Phil Noble
Harianjogja.com, JOGJA - Alexis Sanchez bersinar bersama Chile di Copa America 2019. Namun, dia tetap akan dijual Manchester United karena performanya di klub terbilang payah.
Sanchez gagal total sejak didatangkan United dari Arsenal pada Januari 2018. Pemain berjuluk Nino Maravilla (Bocah Ajaib) hanya mencetak dua gol di semua kompetisi bersama United selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir.
Namun, Sanchez moncer bersama Chile pada Copa America di Brasil tahun ini. Winger berusia 30 tahun tersebut menyokong dua gol dan satu assist untuk La Roja, julukan Chile. Sayang, kebangkitan Sanchez itu sepertinya tidak akan mengubah rencana United untuk menjualnya ke klub lain di bursa transfer musim panas ini.
Seperti dilansir manchestereveningnews.co.uk, Selasa (2/7/2019), Pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer, tidak memasukkan Sanchez sebagai bagian rencana timnya musim depan. Mau tidak mau, mantan pemain Barcelona itu harus keluar dari Old Trafford.
Kebangkitan Sanchez bersama Chile "hanya" berpengaruh untuk menaikkan banderol harganya ketika dijual ke klub lain. Sejauh ini, Inter Milan disebut-sebut melirik jasa winger berusia 30 tahun ini.
Di mata United, Sanchez hanyalah sebagai beban atau kasarnya benalu. Bagaimana tidak, United harus membayar 500.000 poundsterling (Rp8,9 miliar) per pekan! Namun, Sanchez hanya bisa mencetak sebiji gol dalam 20 penampilannya di Liga Premier bersama Setan Merah.
Untungnya, Pelatih Chile, Reinaldo Rueda, tidak lantas memicingkan matanya terhadap Sanchez menjelang Copa America 2019. Sanchez telah menjadi bagian penting Chile ketika menjuarai Copa America 2015 dan 2016.
Penampilan flop Sanchez di United satu setengah terakhir tidak lantas membuat Rueda mendepak sang superstar dari timnya. Terbukti, keputusan Rueda memasukkan Sanchez ke timnya untuk Copa America 2019 sangatlah tepat.
"Ini tidak mudah dijelaskan, namun Alexis datang ke sini dan menunjukkan komitmen besar. Dan mungkin di Manchester, dia tidak memiliki ikatan emosional seperti timnya di sini [Chile], itu berpengaruh. Dia punya peruntungan buruk di Manchester United karena memiliki masalah. Dia juga mengalami cedera beberapa kali, dia kurang konsisten," ujar Rueda, seperti dilansir express.co.uk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Transformasi ekonomi di DIY dan Jawa Tengah dinilai tidak sepenuhnya menggeser akar budaya lokal.
Jelang Iduladha 2026, Dispertapang Kulonprogo perketat pengawasan hewan kurban. PMK nol kasus, namun ancaman penyakit lain tetap diwaspadai.
PN Tipikor Bengkulu vonis bebas 4 terdakwa kasus korupsi lahan tol. Hakim sebut tidak ada unsur melawan hukum.
Simak jadwal lengkap SPMB SMA/SMK DIY 2026, kuota jalur, hingga tahapan pendaftaran. Pastikan tidak terlewat!