UU Terorisme Masih Dominan Pidana, Deradikalisasi 7 Persen
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Ilustrasi pertandingan tinju./Antara-Nyoman Budhiana
Harianjogja.com, KUPANG – Promotor tinju Armin Tan, mengungkapkan sulitnya mencari bibit petinju profesional di Indonesia.
"Sebagai promotor yang juga adalah seorang mantan pelatih tinju, saya melihat sulit sekali mencari bakat-bakat petinju profesional di Indonesia ini," kata Armin Tan kepada Antara di Kupang, Minggu (7/7/2019).
Menurut dia, penyebab utama mengapa sulitnya mencari petinju profesional seperti Chris John, Daud Jordan dan Tibo karena minimnya kompetisi tinju di Indonesia.
Selain itu, kata dia, jika dibandingkan antara Thailand dan Filipina, kompetisi di kedua negara tersbeut tertata dengan sangat baik.
"Ya seperti sepak bola. Jika semakin banyak kompetisi maka akan menghasilkan pemain-pemain hebat. Seharusnya tinju juga seperti itu," tutur dia.
Ia menambahkan, penyebab lainnya adalah kurang adanya perhatian serius dari setiap sasana tinju di Indonesia kepada para petinjunya.
Jika dibandingkan dengan luar negeri, para petinju di setiap sasana diperhatikan sebagai aset dari sasana yang bersangkutan.
"Selain itu juga mengurus tinju harus perlu kerja keras. Tidak hanya \'no action talk only\' sehingga habis di omong saja," tambah dia.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh petinju Indonesia Chris John. Menurut dia potensi tinju Indonesia sangat besar dan sangat bagus.
"Kompetisi minim jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya di mana banyak sekali kompetisi yang kemudian menghasilkan banyak petinju Indonesia yang go internasional," tambah dia.
Ia pun berharap pergelaran kejuaraan tinju di Kupang kedepannya bisa dilakukan lagi, sehingga ada keberlanjutannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
PPh marketplace dimajukan menjadi 1 Oktober 2026. DJP menyebut keputusan itu diambil karena kesiapan teknis empat platform.
Sebanyak 52,41% pekerja DIY masih berada di sektor informal. Buruh menilai kondisi ini menunjukkan warga menciptakan lapangan kerja sendiri.