WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Bonek dikumpulkan di Polresta Jogja, Jumat (12/7/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Polresta Jogja menciduk 20 suporter Persebaya, Bonek, di depan kantor Kedaulatan Rakyat, Jalan Margo Utomo, Jumat (12/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka
“Ini merupakan patroli URC Polresta Jogja, atas perintah Kasat Sabhara, dengan sasaran suporter Persebaya yang berada di wilayah Kota Jogja untuk ditata dan diperiksa,” kata Kapolresta Jogja, Kombes Pol Armaini.
Dari 20 suporter Persebaya yang ditangkap Polresta Jogja, kebanyakan masih di bawah umur. Saat diciduk, mereka sedang menggelandang dan mengamen.
Polisi juga menyita lima pisau dan gesper besi. Puluhan Bonek itu kemudian dipulangkan dan dibawa sampai luar DIY.
Selain 20 orang yang ditangkap di depan kantor KR, beberapa Bonek juga diciduk di Museum Sonobudoyo oleh Polsek Gondomanan dan di Stadion Lempuyangan oleh Polsek Danurejan.
Bonek berbondong-bondong datang ke DIY untuk mendukung Persebaya melawan PSS Sleman dalam pertandingan pekan kedelapan Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (13/7/2019) malam. Polda DIY telah meminta Bonek untuk tidak datang ke Maguwoharjo berdasarkan masukan dari warga sekitar stadion. Polda juga tak akan mengeluarkan izin keramaian untuk pertandingan apabila Bonek menonton di Maguwoharjo. Imbasnya, panitia pelaksana pertandingan kandang PSS tidak memberikan kuota tiket untuk suporter Persebaya.
Bonek tetap nekat berangkat ke DIY dengan alasan tidak tahu. Ada pula yang mengaku dapat informasi di Facebook mengenai tiket pertandingan yang sudah tersedia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.