Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Ilustrasi tenis lapangan
Harianjogja.com, JAKARTA - Pekan Olahraga Nasional 2020 hanya akan menampilkan 37 cabang olahraga atau dipangkas dari sebelumnya 47 cabang.
"Tadi diputuskan rasionalisasi cabang olahraga (cabor) dan jumlah pertandingan, memang 47 cabor dan 700-an pertandingan harus dilihat secara utuh, mana yang mungkin dipertandingkan tapi tidak boleh lepas dari Olimpiade karena itu akan dirasionalisasi menjadi 37 cabor," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/8/2019).
Didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe, Imam menyampaikan pernyataan resmi seusai menghadiri rapat terbatas dipimpin Presiden Joko Widodo dengan topik "Persiapan Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Peparnas Tahun 2020 di Provinsi Papua".
"Kedua disiapkan sedini mungkin sehingga kita akan men-support dari teman-teman yang dulu menjadi pelaksana Asian Games yaitu INASGOC (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committe) dan INCAPGOC (Indonesia Asian Paralympic Games 2018 Organizing Committe) akan mendampingi Pak Gubernur dan PB PON secara keseluruhan agar PON Papua benar-benar bergengsi di mata dunia," kata Iman.
Imam tidak menyebutkan 10 cabor yang dipangkas
"Kami hanya mengacu sport olympic, kita akan lihat nomor-nomor yang bisa dipertandingkan dan waktunya menjadi Oktober 2020," ungkap Imam.
Awalnya PON 2020 dilangsungkan pada 9-21 September 2020, namun hasil rapat memutuskan digeser menjadi Oktober 2020.
Gubernur Papua sekaligus Ketua Panitia Besar PON Lukas Enembe mengatakan PON akan diadakan di tiga daerah di provinsi ini.
"Yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mimika. Kita fokus melaksanakan PON di situ termasuk jumlah cabor kita kurangi, kita sepakat tetapkan 37 saja dari awalnya 47 cabor," kata Lukas.
Lukas memandang PON 2020 sebagai alat mempersatukan bangsa.
"Kita pastikan akan melaksanakan PON 2020 di Papua, intinya PON adalah alat pemersatu bangsa dari Sabang sampai Merauke sehingga orang Papua akan bantu penyelenggaranya dengan mempertemukan 36 ribu atlet dan \'official\' di Jayapura," ungkap Lukas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
PPh marketplace dimajukan menjadi 1 Oktober 2026. DJP menyebut keputusan itu diambil karena kesiapan teknis empat platform.
Sebanyak 52,41% pekerja DIY masih berada di sektor informal. Buruh menilai kondisi ini menunjukkan warga menciptakan lapangan kerja sendiri.