Gagal Menang, Lini Depan Barcelona Sangat Payah

Ahmad Baihaqi & Budi Cahyana
Ahmad Baihaqi & Budi Cahyana Minggu, 01 September 2019 18:37 WIB
Gagal Menang, Lini Depan Barcelona Sangat Payah

Carles Perez, sangat buruk sebagai penyerang Barcelona./Reuters-Vincent West

Harianjogja.com, JOGJA - Barcelona ditahan seri Osasuna pada pekan kedua La Liga Spanyol 2019-2020. Pelatih Barca Ernesto Valverde menuding lini depan sebagai biang kegagalan timnya.

Melawat ke Estadio El Sadar, Sabtu (31/8/2019) malam WIB, Barca bermain imbang 2-2 dengan Osasuna. Mereka sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Roberto Torres. Blaugrana kemudian bisa membalikkan kedudukan melalui Ansu Fati dan Arthur.

Tapi, kemenangan di depan mata Barca buyar setelah mereka dihukum penalti. Bek Barca, Gerard Pique, melakukan handsball di kotak terlarang. Torres yang menjadi algojo sukses menunaikan tugasnya dan memaksa hasil imbang 2-2.

Valverde kecewa dengan hasil imbang tersebut. Terlebih, lini depan timnya juga tak bertaji. Barca memang belum bisa memainkan Lionel Messi, Ousmane Dembele, dan Luis Suarez yang cedera. Valverde pun mempercayai Antoine Griezmann, Rafinha, dan Carles Perez di lini depan.

"Kami sama sekali tidak tampil bagus, kami mengerikan," kata Valverde seperti dikutip dari Marca, Minggu (1/9/2019).

"Mereka menekan dan kami tidak bisa masuk ke kotak penalti mereka. Kami memiliki beberapa peluang, tetapi mereka sudah lebih solid dan kami tidak bisa mengancam gawang mereka. Kami mendominasi permainan di babak kedua dan kami berhasil membalikkan keadaan. Kami harusnya bisa menang."

"Namun mereka kemudian menekan kami dan mendapatkan penalti. Kami tidak bisa terus-terusan kehilangan poin. Kami harus membuktikan diri kita bisa lebih baik di lapangan dan terus tampil menyerang," ujar dia.

Kejengkelan Valverde cukup beralasan. Barca seharusnya bisa menang apabila Carles Perez bisa memanfaatkan peluang di pengujung laga. Dia tinggal berhadapan dengan Ruben Martinez setelah menerima umpan  Sergi Roberto. Dia punya dua pilihan: mengumpan kepada Antoine Griezmann yang berdiri lebih bebas atau menembak langsung ke gawang. Namun, penyerang 21 tahun itu malah ragu-ragu. Alih-alih menembak atau mengoper, dia malah berusaha melewati Ruben Martinez. Gocekannya tak sempurna dan bola direbut Ruben Martinez.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online