Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Polisi menghalau sejumlah suporter PSIM Jogja yang berusaha memasuki lapangan dalam pertandingan Liga 2 Indonesia di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (2/9/2019)./Antara-Prasetia Fauzani
Harianjogja.com, KEDIRI—Pertandingan pekan ke-14 Liga 2 yang mempertemukan sahibulbait Persik kediri melawan PSIM Jogja di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Senin (9/9/2019) petang, diwarnai bentrok. Sejumlah orang terluka dan beberapa kendaraan rusak.
Bentrok pecah setelah laga berakhir 2-0 untuk tuan rumah. Suporter Persik dan PSIM saling timpuk. Botol air minum, batu, petasan, dilempar. Tak jelas benar siapa siapa yang memulai kericuhan tersebut. Para pemain Persik juga sempat menghalau massa dan meminta agar Persikmania tenang. Namun, saling lempar terus berlanjut.
Aksi tersebut merembet hingga luar stadion. Massa merusak puluhan kendaraan sepeda motor yang diparkir di sekitar stadion. Aparat langsung bertindak agar massa bubar. Beberapa kali terdengar suara petasan yang dinyalakan.
Panitia Pelaksana Pertandingan Persik Kediri Widodo mengatakan sebelum laga panitia sudah menjalin komunikasi dengan dua kelompok suporter PSIM, baik Brajamusti (Brayat Jogja Mataram Utama Sejati) maupun The Maident (Mataram Independent).
“Awalnya kami siapkan 500 tiket, tapi mereka meminta 1.000. Kami beri kuota, karena juga tidak enak ada hubungan baik. Ternyata, lebih dari 1.000 orang, sampai 2.000 lebih orang yang datang, setelah kalah, mereka mulai berbuat rusuh,” kata Widodo.
Ia mengatakan beberapa orang yang mengalami luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri serta RS Gambiran Kediri.
“Kami belum hitung, belum cek ke rumah sakit. Tadi dari Gambiran [RSUD Gambiran Kediri] kirim empat orang, dari dokpol ke Bhayangkara [RS Bhayangkara Kediri] ada lima. Kemungkinan itu, saya kurang tahu persis kondisinya,” kata Widodo.
Ia menyesalkan keributan tersebut karena saat pertandingan, suporter tertib.
“Persikmania ngalah. Kalau stadion tidak ada yang rusak, karena ini setelah pertandingan selesai. Tapi sanksinya ada, kami belum tahu. Jadi, ini pertandingan selesai baru kaos,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage