Pasal Penghinaan Presiden, Rieke: Kritik Bukan Tindak Pidana
Rieke Diah Pitaloka menilai putusan MK soal Pasal Penghinaan Presiden menjadi penyeimbang antara kehormatan pejabat dan kebebasan kritik.
Polisi menghalau sejumlah suporter PSIM Jogja yang berusaha memasuki lapangan dalam pertandingan Liga 2 Indonesia di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (2/9/2019)./Antara-Prasetia Fauzani
Harianjogja.com, KEDIRI—Pertandingan pekan ke-14 Liga 2 yang mempertemukan sahibulbait Persik kediri melawan PSIM Jogja di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Senin (9/9/2019) petang, diwarnai bentrok. Sejumlah orang terluka dan beberapa kendaraan rusak.
Bentrok pecah setelah laga berakhir 2-0 untuk tuan rumah. Suporter Persik dan PSIM saling timpuk. Botol air minum, batu, petasan, dilempar. Tak jelas benar siapa siapa yang memulai kericuhan tersebut. Para pemain Persik juga sempat menghalau massa dan meminta agar Persikmania tenang. Namun, saling lempar terus berlanjut.
Aksi tersebut merembet hingga luar stadion. Massa merusak puluhan kendaraan sepeda motor yang diparkir di sekitar stadion. Aparat langsung bertindak agar massa bubar. Beberapa kali terdengar suara petasan yang dinyalakan.
Panitia Pelaksana Pertandingan Persik Kediri Widodo mengatakan sebelum laga panitia sudah menjalin komunikasi dengan dua kelompok suporter PSIM, baik Brajamusti (Brayat Jogja Mataram Utama Sejati) maupun The Maident (Mataram Independent).
“Awalnya kami siapkan 500 tiket, tapi mereka meminta 1.000. Kami beri kuota, karena juga tidak enak ada hubungan baik. Ternyata, lebih dari 1.000 orang, sampai 2.000 lebih orang yang datang, setelah kalah, mereka mulai berbuat rusuh,” kata Widodo.
Ia mengatakan beberapa orang yang mengalami luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri serta RS Gambiran Kediri.
“Kami belum hitung, belum cek ke rumah sakit. Tadi dari Gambiran [RSUD Gambiran Kediri] kirim empat orang, dari dokpol ke Bhayangkara [RS Bhayangkara Kediri] ada lima. Kemungkinan itu, saya kurang tahu persis kondisinya,” kata Widodo.
Ia menyesalkan keributan tersebut karena saat pertandingan, suporter tertib.
“Persikmania ngalah. Kalau stadion tidak ada yang rusak, karena ini setelah pertandingan selesai. Tapi sanksinya ada, kami belum tahu. Jadi, ini pertandingan selesai baru kaos,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rieke Diah Pitaloka menilai putusan MK soal Pasal Penghinaan Presiden menjadi penyeimbang antara kehormatan pejabat dan kebebasan kritik.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
Dispetaru Kabupaten Bantul menegaskan, pendirian bangunan di sempadan pantai harus mengikuti aturan merespons sejumlah bangunan yang rusak diterjang gelombang
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.