Polrestabes Semarang Optimistis Ungkap Misteri Mayat Tanpa Kepala dan Terbakar
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Penyerang Persebaya David Da Silva (bawah) dan Osvaldo Haay./Antara-M. Risyal Hidayat
Harianjogja.com, SEMARANG – Pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah, kaget dengan hasil yang diterima skuatnya pada laga pekan ke-19 Liga 1 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, Jumat (20/9/2019).
Pelatih yang akrab disapa Banur itu mengaku jika Persebaya memang tampil lebih baik dari PSIS Semarang. Namun, ia heran kekalahan yang diterima PSIS Semarang sangat telak, yakni 0-4. Terlebih, PSIS Semarang tampil dengan status tuan rumah.
“Ini kerja keras saya ke depan, harus membenahi tim ini. Saya juga heran, kok tiba-tiba determinasi enggak ada. Main away malah bagus, main di kandang seperti enggak ada gairah, passing salah, koordinasi pemain belakang enggak ada. Saya enggak menyalahkan pemain. Mereka sudah maksimal, pastinya mereka juga enggak mau dipermalukan di kandang,” ujar Banur seusai laga.
Banur pun menampik jika faktor kekalahan timnya karena laga di Stadion Moch Soebroto itu tidak boleh disaksikan suporter PSIS Semarang. Polres Kota Magelang, selaku pihak keamanan memang tidak mengizinkan laga PSIS Semarang kontra Persebaya dihadiri suporter. Namun di awal laga, tepatnya seusai peliut kick off dibunyikan ratusan suporter nekat menerobos masuk pagar stadion dan menyaksikan jalannya laga dari tribune penonton.
“Itu bukan alasan [tanpa penonton]. Main di Makassar tanpa suporter kita bisa [menang], kita lawan Arema di Malang bisa seri. Ini ada apa? Sebelum saya pelatihnya juga enggak main bagus di kandang. Kalau pertanyaannya mental anak-anak ini PR saya. Perlu saya cari permasalahan ke depan,” imbuh Banur.
Dalam waktu dekat, Banur pun mengaku akan mengumpulkan semua pemain. Ia akan mengajak para pemainnya untuk berbicara secara terbuka terkait permasalahan tampil buruk di laga kandang.
Bagi Banur kekalahan telak 0-4 di partai home ini merupakan yang terbesar sepanjang karier membesut tim. Sementara bagi PSIS Semarang kekalahan atas Persebaya ini menjadi yang keempat kali secara beruntun yang dialami di laga kandang Liga 1 musim ini.
Dalam laga yang disiarkan secara langsung stasiun televisi Indosiar itu, empat gol Persebaya masing-masing dilesakkan Otavio Dutra pada menit ke-29, David da Silva menit ke-45, Diogo Campos menit ke-49, dan Osvaldo Haay pada menit ke-65.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat