Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir dalam jumpa pers \"Asian Games 2018 Majukan Produk dalam Negeri\", di Lobby Media Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (30/5/2018). /Suara.com- Arif Apriadi
Harianjogja.com, SOLO- Stadion Manahan Solo saat ini dinilai tak kalah bagus dengan stadion yang ada diluar negeri.
Masuknya Kota Solo sebagai salah satu tempat yang diajukan perhelatan Akbar Piala Dunia U-20 di tahun 2021 mendatang, mendorong Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir menyambangi Stadion Manahan.
Pantauan Okezone-jaringan Harianjogja.com, Erick Thohir melihat dari dekat stadion Manahan. Seluruh ruangan di Stadion Manahan, satu persatu di cek oleh Erick Thohir.
Seperti ruang ganti pemain, ruang istirahat, lokasi masuk VVIP hingga tempat transit VVIP pun tak luput di tengok oleh bos Oxford United ini. Bahkan rumput lapangan pun tak luput dari pengecekan Erick Thohir.
Usai melihat dari dekat isi dari stadion Manahan yang tengah direnovasi total ini, Erick pun tak henti-hentinya memuji stadion kebanggaan warga Solo.
Menurut Erick, awalnya, dirinya biasa saja saat tiba di stadion Manahan. Namun, setelah masuk dan melihat langsung setiap sudut lapangan hingga ruang VVIP.
Erick mengakui bila stadion Manahan ini tak kalah bagus dengan stadion yang ada diluar negeri.Bahkan, Erick pun mengakui bila stadion Manahan ini lebih bagus dari stadion Oxford United miliknya.
"Saya ini serius bicaranya. Ini [stadion Manahan] lebih bagus dari tempatnya oxford united main ini. Saya rasa ini kelas internasional. Dan saya berharap sekali kalau Indonesia menang bidding kejuaraan dunia U 20 tahun 2021saya rasa ini salah satu fasilitas yang sangat bagus, ya, selain di beberapa kota lain tapi ini saya rasa bagus sekali,"papar Erick Thohir usai melihat stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/9/2019).
Dengan tampilan barunya, Erick berharap dalam pengelolaan stadion kedepan, semua pihak, baik swasta maupun pemerintah daerah agar bersinergi menjaga fasilitas yang ada supaya tetap terawat dengan baik.
"Dan sudah saatnya kita merawatnya dengan serius. Kita bisa membangun tempat sebagus ini, kita juga harus bisa merawatnya. Jangan jago membangun tapi tak jago merawatnya.Terus terang mohon maaf bukan bermaksud apa-apa tadi waktu datang juga merasa ya biasa tapi setelah itu saya juga terkagum-kagum dan patut dijaga tempat ini, sayang kan,"jelasnya.
Erick Thohir optimis Indonesia bisa menang bidding kejuaraan dunia U 20 tahun 2021. Apalagi fasilitas penunjang lainnya untuk mempermudah tim sepak bola perserta piala Dunia U-20 berlaga, sudah terpenuhi di Kota Solo.
Dan Apabila Indonesia bisa menang bidding kejuaraan dunia U 20 tahun 2021,. Bisa menjadi modal bagi Indonesia untuk membidik menjadi tuan rumah Olimpiade di tahun 2023 nanti.
"Saya rasa pengumumannya (piala Dunia 2021) juga tidak lama lagi jadi waktunya cukup lah untuk persiapan 1-2 tahun ini Dan Insya Allah ya kita mengharapkan bisa menang ya. Apalagi kemarin kita sukses menggelar Asian Games,"pungkasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Polresta Jogja menyatakan dugaan pungli dan pemerasan terhadap Bolosego di Alkid tak memenuhi unsur pidana setelah memeriksa 17 orang.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.