Anggaran Jalan Kunduran-Blora Dipangkas, Perbaikan Disesuaikan
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Gelandang Manchester United Nemanja Matic (tengah) menggiring bola di tengah kawalan dua pemain AZ Alkmaar Myron Boadu (kanan) dan Teun Koopmeiners dalam laga kedua Grup L Liga Europa di Stadion Cars Jeans, Den Haag, Belanda./Reuters-Piroschka van de Wouw
Harianjogja.com, JAKARTA – Manchester United bertandang ke markas AZ Alkmaar di Stadion Cars Jeans, Belanda, Jumat (4/10/2019) dini hari WIB, untuk laga kedua Grup L Liga Europa dan menampilkan permainan monoton hanya untuk meraih hasil seri tanpa gol.
Tak ada nama Marcus Rashford, Harry Maguire, Scott McTominay, dan Jesse Lingard di starting XI dan pelatih Ole Gunnar Solskjaer memilih lapis kedua seperti Mason Greenwood, Angel Gomez, Daniel James, dan Brandon Williams, demikian catatan laman resmi Union of European Football Associations (UEFA).
Tuan rumah sempat menggetarkan jala gawang David de Gea melalui sundulan Myron Boadu saat laga baru berjalan 10 menit, namun gol dianulir wasit karena offside.
Sepanjang babak pertama United tidak bisa melepaskan satu pun sepakan yang mengarah langsung ke gawang tuan rumah. Mereka bahkan sering melakukan kesalahan-kesalahan mendasar.
Pada babak kedua, AZ tetap mendominasi pertandingan. Oussama Idrissi dan Owen Wijndal sempat menebar teror ke gawang MU, namun seluruhnya bisa diselamatkan De Gea.
MU yang ingin mendapat hasil positif memasukkan Rashford, Lingard, dan McTominay pada babak kedua. Namun hasilnya tetap nihil, dari tiga kali percobaan tendangan tak ada satu pun sepakan yang bisa mengarah ke gawang AZ. Hingga pertandingan usai skor kacamata tetap bertahan.
Di laga lain Grup L, klub Serbia Partizan Beograd meraih poin 3 saat melawat ke kandang FC Astana. Umar Sadiq berhasil menyarangkan dua gol pada menit 28 dan 73. Sementara gol balasan Astana dicetak 5 menit jelang bubaran melalui Runar Sigurjonsson.
Secara statistik memperlihatkan Partizan lebih menguasai pertandingan dibanding tuan rumah. Lazard Markovic dkk melepaskan 15 percobaan tembakan yang enam di antaranya mengarah ke mulut gawang.
Sementara Astana hanya melepaskan sembilan tendangan dengan empat kali tepat sasaran. Secara penguasaan bola, kedua tim imbang.
Dengan hasil ini membuat Partizan memuncaki klasemen sementara Grup L dengan 4 poin, disusul MU yang juga mengumpulkan 4 poin. Sementara AZ berada di posisi ketiga dengan 2 poin dan bagi Astana yang menelan dua kekalahan beruntun ada di dasar klasemen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.