Biosferun 2026 Lintasi 3 Kabupaten di 2 Provinsi, Ini Jadwal dan Rutenya
Ajang lari lintas alam Biosferun 2026 kembali digelar pada 18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, event trail run ini menawarkan pengalaman berbeda.
Suporter Persebaya membakar papan iklan di lapangan Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (29/10/2019)./Antara-Moch Asim
Harianjogja.com, SURABAYA—Persebaya kacau balau seusai kalah 2-3 dari PSS Sleman pada pertandingan pekan ke-25 Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (29/10/2019). Suporter mengamuk akibat kekalahan tersebut.
Skuat Green Force kemudian dievakuasi ke ruang ganti dan dipulangkan menggunakan mobil rantis milik Brimob Polda Jawa Timur (Jatim) menuju penginapan. Pelatih Persebaya Wolfgang Pikal juga tidak menghadiri sesi konferensi pers seusai pertandingan karena sudah meninggalkan stadion saat dievakuasi bersama pemain-pemain lainnya.
“Maaf, pelatih Persebaya sudah tidak di stadion dan tidak ada konferensi pers,” kata Direktur Media Persebaya Nanang Priyatno seusai pertandingan.
Sementara, Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro bisa menghadiri konferensi pers setelah laga dan mengungkapkan alasan di balik kemenangan timnya atas sahibulbait.
Kekalahan dari PSS memperpanjang derita Bajul Ijo yang belum pernah menang dalam enam laga terakhir. Sebelum tumbang di tangan Super Elang Jawa, Persebaya ditahan imbang Bali United 1-1 dan Borneo FC 0-0 dan kalah 0-1 dari Barito Putera, 1-4 dari Persib Bandung, serta 0-1 dari Persela Lamongan. Kekalahan itu menjadi puncak kekesalan Bonek.
Mereka mencaci pemain dan merusak papan iklan, bench ofisial, bench pemain cadangan, hingga jaring gawang dan. Suporter bahkan menyalakan api unggun menggunakan papan iklan di tengah Stadion Gelora Bung Tomo.
Manajemen Persebaya mengaku pasrah terhadap sanksi yang akan diberikan oleh Komisi Disiplin PSSI seusai kericuhan tersebut.
“Kami tidak bisa apa-apa dan kalau disanksi. Kami akan menjalaninya,” ujar Nanang Priyatno.
Dia mengharapkan sanksi dari Komisi Disiplin tak terlalu memberatkan bagi Persebaya.
“Kami tetap berharap bisa main di Surabaya dan bangkit di sini,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ajang lari lintas alam Biosferun 2026 kembali digelar pada 18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, event trail run ini menawarkan pengalaman berbeda.
Cek mobil listrik di bawah Rp200 juta dan jarak tempuhnya. Ada Aira ev, BYD Atto 1, dan Seres E1 hingga 301 km.
Pemkot Jogja mendorong Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati) untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sekaligus memperluas transaksi digital
Bea Cukai Soetta menggagalkan penyelundupan 5,226 kg etomidate oleh lima WN Malaysia yang disembunyikan di sol sepatu.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.