19 WNA Love Scammer Diciduk di Tangerang, Modus Terbongkar
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Pertandingan antara PSS Sleman melawan Kalteng Putra beberapa waktu lalu / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, PALANGKA RAYA - Nasib kurang baik dialami oleh Kalteng Putra. Tim asal Kalimantan Tengah tersebut terancam tidak ikut Liga 2 2020, usai terdegradasi.
Chief Executive Officer (CEO) Kalteng Putra Agustiar Sabran mengaku masih pikir-pikir untuk kembali menangani tim \'Laskar Isen Mulang\' di kompetisi mendatang.
"Saya akan berpikir terlebih dahulu apabila disuruh kembali memegang tim Kalteng Putra, karena saya mau istirahat dulu dalam hal ini," kata Agustiar Sabran.
Kakak kandung Gubernur Kalteng Sugianto Sabran tersebut menuturkan, dirinya selalu mendukung siapa saja yang dipercaya untuk memegang tim Kalteng Putra yang tahun ini akan berada di kasta kedua Liga Indonesia.
Dalam waktu dekat dia bersama pemegang saham di Kalteng Putra segera melakukan rapat dengan tujuan membicarakan mengenai hal tersebut, agar tim tersebut bisa kembali mengikuti kompetisi tahun depan.
"Mengenai olahraga sepak bola, saya akan selalu dukung siapa saja yang nanti menangani tim ini kedepannya," ucapnya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kalimantan Tengah itu menceritakan suka duka selama dirinya sebagai pemilik tim Kalteng Putra. Ia sangat prihatin selama dirinya memegang tim \'Laskar Isen Mulang\' julukan Kalteng Putra karena berbagai hal yang harus ia tangani.
Menurutnya, banyak perusahaan yang tidak perhatian dengan tim kebanggaan masyarakat Kalteng tersebut. Padahal keberadaaan mereka selama di Provinsi Kalimantan Tengah, sudah menguras sumber daya alam yang cukup banyak namun perhatiannya sangat sedikit untuk membantu tim sepak bola kebanggaan Kalteng.
"Ada hikmah dalam hal ini semua dan saya juga mengetahui mana saja perusahaan yang tidak mau memberikan perhatian terhadap tim sepak bola Kalteng. Sedangkan untuk CSR perusahaan yang ada di Kalteng ke mana saja dilarikan," bebernya.
Sebelum menutup perbincangannya dengan awak media, Agustiar berharap manajemen yang baru nantinya yang menangani Kalteng Putra bisa memberikan warna baru sehingga sepak bola di kancah nasional di Kalteng tetap ada.
"Pada intinya saya tetap mendukung sepak bola Kalteng di kancah nasional pada tahun depan," demikian Agustiar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.