El Nino Perluas Ancaman Kekeringan di Jawa Tengah
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.
Marcos Rojo/www.dailystar.co.uk
Harianjogja.com, JAKARTA - Tim-tim La Liga Spanyol meminati bek Manchester United yang akan habis kontrak, Marcos Rojo, dan bersiap menariknya pada jendela transfer Januari 2020.
Menurut laporan The Times, pemain Argentina akan meninggalkan Old Trafford bulan depan dan sudah menetapkan Spanyol dan Italia sebagai destinasi karir dia berikutnya.
Pemain berusia 29 tahun itu tinggal 18 bulan lagi dari masa kontraknya di Setan Merah tetapi sepertinya berniat hengkang setelah musim panas lalu hampir saja merapat ke Everton.
Mantan pemain Spartak Moscow dan bek Sporting CP itu hanya satu kali menjadi starter United selama musim ini dan sama sekali tidak menjadi pilihan bos saat ini Ole Gunnar Solskjaer.
Bek berpengalaman itu sudah enam kali bermain sejak menit pertama dalam kompetisi Liga Europa dan Piala Liga musim ini sehingga tak lagi melihat masa depan yang cerah di klubnya.
Rojo bergabung dengan United dari Sporting setelah Setan Merah merogoh 20 juta euro dari kantongnya pada 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M