Kena Tilang Anda Bisa Minta SIM Diantar ke Rumah Pakai COD, Ini Caranya
Pelanggar perlu membuka laman tilang.kejaksaan.go.id untuk meminta layanan tilang COD.
Carlo Ancelotti/Reuters-Alberto Lingria
Harianjogja.com, JOGJA — Insting kuat Carlo Ancelotti mengulik formasi dan posisi pemain menjadi kunci kemenangan perdananya bersama Everton.
Dalam laga Boxing Day menjamu Burnley di Goodison Park, Kamis (22/12/2019) 22.00 WIB, Everton racikan Ancelotti berhasil memetik kemenangan 1—0.
Gol semata wayang yang terbilang telat di menit ke-80 ini tercipta berkat umpan silang jauh Djibril Sidibe yang disambar sundulan Dominic Calvert-Lewin.
"Pertahanan kita bagus. Ini jadi pertandingan spesial karena Burnley menyajikan intensitas yang kuat. Tapi serangan dan pertahanan kita bagus," ungkap Ancelotti selepas pertandingan berlangsung dalam keterangan resminya di laman Everton FC, Jumat (27/12/2019) dini hari.
Keputusan Ancelotti menduetkan Richarlison dan Calvert-Lewin di lini depan lewat formasi 4-4-2 terbilang tepat. Era manajer sebelum Ancelotti, Everton terbilang lebih sering menurunkan satu target-man.
Sementara lini tengah diisi oleh Gylfi Sigurdsson dan Fabian Delph, serta Bernard di sisi kiri. Menariknya, Sidibe yang kerap bermain sebagai bek kanan sengaja dipasang Ancelotti lebih maju di sayap kanan.
Akhirnya, insting Ancelotti untuk Sidibe terbilang manjur. Pemain timnas Perancis pinjaman dari AS Monaco ini pun mendapat ganjaran Man of The Match atas satu asist dan performanya mengawal di sisi kanan The Toffees.
Terakhir, lini belakang diisi oleh Lucas Digne, Yerry Mina, Mason Holgate, dan kapten timnas Irlandia yang dipercaya kembali ke posisi bek kanan sekaligus kapten Everton Seamus Coleman.
"Ya, ketika melawan Arsenal mereka bertahan dengan baik, dan sekarang juga. Kita mencoba menekan, mendorong [pemain] sedikit ke depan. Saya pikir kita solid [dalam pertahanan]," jelas pria asal Italia yang pernah menjadi juru taktik Juventus, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain (PSG), Real Madrid, Bayern Munich, dan Napoli ini.
Racikan baru Everton era Ancelotti ini mendapat apresiasi dari kapten Coleman. Menurutnya, pelatih barunya itu memiliki kemampuan untuk diperhatikan dan didengarkan para pemain.
Sehingga kombinasi formasi baru Everton ketika melawan Burnley dari 4-4-2 menjadi 3-5-2 ketika menyerang, berhasil diterapkan walau hanya dipersiapkan dalam waktu sempit. Coleman dipercaya full menjaga lini belakang bersama Holgate dan Mina, supaya Digne bisa maju di sisi kiri, melengkapi Sidibe yang menjaga sisi sebaliknya.
"Saya enjoy melakukannya. Itu memang yang manajer upayakan dalam satu minggu ini. Ketika mendapat bola, kita turun menjadi tiga bek. Saya senang melakukannya, dan kita memang sudah mempersiapkannya di sesi latihan," ujar Coleman dalam keterangan resminya di laman Everton FC, Jumat (27/12/2019).
Setelah menjamu Burnley di Goodison Park, nantinya Everton akan melanjutkan laga boxing day dengan bertandang ke markas Newcastle United, Sabtu (28/12/2019) 22.00 WIB.
Ancelotti mengungkap bahwa manajemen stamina pemain sangat menentukan performa tim ketika memasuki jadwal padat boxing day Liga Premier Inggris jelang tutup tahun.
Oleh sebab itu, dirinya mengungkap adanya kemungkinan menggunakan racikan formasi dan posisi pemain yang berbeda ketika bertamu ke St James Park. Akankah insting Ancelotti kembali manjur pada keesokan hari?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pelanggar perlu membuka laman tilang.kejaksaan.go.id untuk meminta layanan tilang COD.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 19 Mei 2026 di Wiladeg Karangmojo dan titik layanan lain untuk perpanjangan SIM A dan C.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.