Kemlu Pastikan Penanganan Karhutla Indonesia Sesuai Kesepakatan ASEAN
Kemlu menegaskan penanganan karhutla sesuai kesepakatan ASEAN. BNPB mencatat pemadaman masih menyasar 156 hektare lahan di lima provinsi.
Foto dokumetasi: Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kiri) dan rekannya Hendra Setiawan mengembalikan kok ke arah lawan senegaranya Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon dalam pertandingan babak final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/1/2020)/Antara-Aditya Pradana.
Harianjogja.com, JAKARTA - Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, kalah di babak perempat final All England 2020.
Bermain di Birmingham Arena, Sabtu (14/3/2020) pagi, Ahsan/Hendra yang merupakan juara bertahan nomor ganda putra kalah dari Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 19-21 dan 18-21.
Terkait hasil itu, pelatih ganda putra timnas bulu tangkis Indonesia Herry Iman Pierngadi menilai kekalahan itu akibat kondisi fisik yang kurang prima.
"Kalau Hendra/Ahsan mungkin kasusnya agak berbeda menurut saya. Mereka dari babak pertama ketemunya Jepang terus, ketat terus dan juga rubber. Sampai pertandingan ketiganya mereka ketemu Endo/Watanabe. Memang kalau ketemu Endo/Watanabe kondisi fisik kita harus benar-benar segar," kata Herry IP dalam laman PP PBSI yang dikutip Antara di Jakarta, Selasa (17/3/2020).
Herry menilai setiap pasangan yang bertemu dengan Endo/Watanabe harus memiliki kesiapan fisik dan kesabaran yang prima, mengingat pertahanan yang dibangun ganda putra asal Jepang tersebut sangat sulit ditembus.
Menurut dia, Endo/Watanabe tidak akan memberikan poin secara cuma-cuma kepada lawan hanya dengan melakukan kesalahan sendiri, namun harus direbut secara konsisten dan dengan usaha keras.
"Kalau mau ambil poin dari mereka harus \'membunuh\'. Membunuh artinya apa? Ya, kita harus menyerang. Tidak bisa kita dapat poin secara gratis, menunggu kesalahan mereka. Jadi benar-benar harus \'membunuh\', makanya tenaga dan fisik harus segar dan tidak boleh kendur," kata Herry.
Kekalahan yang dialami The Daddies pun dinilai memiliki faktor yang berbeda jika dibandingkan dengan hal serupa yang dialami Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang juga dikalahkan Endo/Watanabe di babak final hari Minggu (15/3/2020).
Menurut Herry, Kevin/Marcus harus menelan karena kurang sabar dan juga kurang beruntung. Namun ia sangat mengapresiasi performa The Minions yang menurutnya jauh lebih baik dibanding pertemuan sebelumnya dengan Endo/Watanabe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Kemlu menegaskan penanganan karhutla sesuai kesepakatan ASEAN. BNPB mencatat pemadaman masih menyasar 156 hektare lahan di lima provinsi.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin, 12 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Senin, 12 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan reguler. Cek jam keberangkatan dari Jogja, Wates, dan YIA.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.