Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Foto dokumentasi 7 Oktober 2019 - Logo NBA di sebuah sudut kota New York, Amerika Serikat/Antara/REUTERS-Brendan McDermid
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah studi terkait antibodi virus corona atau Covid-19 siap dilakukan dengan melibatkan tim-tim bola basket profesional yang berlaga di NBA.
Studi tersebut bakal dipimpin oleh Minnesota Timberwolves dan pusat pendidikan medis Mayo Clinic, Rochester, Minnesota. Studi itu bertujuan untuk mengetahui persentase pemain, pelatih, eksekutif serta staf tim-tim NBA yang sudah memiliki antibodi terhadap virus corona jenis baru, demikian dilaporkan ESPN, Rabu (20/5/2020).
Dr. Robby Sikka, ahli obat dan teknologi yang dipekerjakan Timberwolves sejak 2019 untuk optimalisasi kesehatan pemain mereka, dipercaya bakal memimpin studi tersebut.
"Kami mempelajari penyakit ini. Dalam dua bulan terakhir banyak yang kami pelajari. Jika dalam dua bulan ke depan, kami mempelajari lebih lanjut, memitigasi risikonya, maka kita semua akan bergerak lebih cepat mengetahui kapan waktu yang cukup aman untuk kembali bertanding," ujar Sikka.
Tim-tim NBA belakangan mulai membuka fasilitas latihan mereka, tetapi jajaran petinggi liga masih terus mencari cara paling aman untuk beraktivitas dan memitigasi risiko ketertualaran di antara pemain dan pelatih.
Studi yang dipimpin Sikka dan Timberwolves itu diharapkan bisa rampung pada Juni 2020.
Sebelumnya, pada pertengahan April, Universitas Stanford sudah menjalankan studi serupa di antara para pekerja di liga bisbol Amerika Serikat, Major League Baseball (MLB).
Studi itu menemukan hanya 0,7 persen dari populasi sampel tersebut yang sudah positif memiliki antibodi Covid-19.
Pandemi Covid-19 sudah memakan korban di kalangan pebasket NBA, termasuk ibu dari bintang Timberwolves Karl-Athony Towns, yang meninggal karena mengidap penyakit itu pada 13 April.
Sebelum ibunya meninggal, Towns sudah mendonasikan 100 ribu dolar AS untuk membantu Sikka dan koleganya di Mayo Clinic menjalankan riset terkati Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.