Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Spanduk bernada rasialisme yang dibentangkan saat laga Manchester City kontra Burnley./Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Aksi rasialisme mencoreng muka Liga Premier. Ketika semua klub tengah menggaungkan spirit Black Lives Matter, di laga Manchester City kontra Burnley yang digelar di Etihad Stadium, Selasa (23/6/2020) dini hari WIB, justru muncul spanduk bernada sebaliknya, White Lives Matter Burnley!
Spanduk itu dikibarkan di atas stadion dengan menggunakan helikopter, sesaat setelah kick off. Diduga spanduk itu dibentangkan oleh pendukung The Clarets, julukan Burnley.
White Lives Matter merupakan simbol bagi gerakan supremasi kulit putih yang ingin menenggelamkan kampanye Black Lives Matter. Pesan ini mengandung makna rasialisme kepada kelompok kulit hitam.
Melansir BBC, manajemen Burnley sangat mengecam tindakan tersebut. The Clarets turut meminta maaf kepada FA dan berjanji akan membantu kepolisian buat menangkap pelaku tindakan rasisme itu.
"Burnley sangat mengutuk tindakan orang-orang yang bertanggung jawab atas pesawat dan spanduk ofensif tersebut. Kami ingin menegaskan jika mereka yang melakukan aksi itu tidak diterima di Turf Moor. Kami meminta maaf tanpa syarat kepada Premier League, ke Manchester City, serta kepada semua yang membantu mempromosikan Black Lives Matter," tulis Burnley dilansir BBC, Selasa.
Kapten Burnley, Ben Mee mengaku timnya malu dengan kemunculan spanduk tersebut. Dia menduga aksi tersebut dilakukan segelintir oknum penggemar The Clarets. "Kami malu, sangat malu. Itu hanyalah minoritas dari pendukung kami. Saya sadar saya berbicara sebagai perwakilan para pendukung kami yang menjauhkan diri dari tindakan seperti itu. Ini benar-benar berdampak kepada kami saat melihat benda itu di langit," kata Mee.
Hujan Gol
Rasa malu itu kian lengkap lantaran dalam laga kontra Manchester City, The Clarets juga harus takluk dengan lima gol tanpa balas. Kelima gol The Citizens masing-masing dicetak oleh Phil Foden di menit ke-22 dan 63; Ryad Mahrez di menit ke-43 dan 45; serta satu gol dicetak oleh David Silva di menit ke-51.
Pencetak dua gol, Phil Foden mengakui laga kontra Burnley tersebut merupakan penampilan terbaiknya selama merumput bersama The Citizens. "Selalu bagus untuk memainkan peran, saya sangat menikmati sepakbola saya. Hal yang paling utama adalah mendapatkan hasil dan bagaimana tim bermain," kata Foden kepada Sky Sports.
Sekadar catatan, sejak awal musim 2019/2020, Foden sudah tampil sebanyak 16 kali di Liga Premier dengan catatan tiga gol dan dua assist.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.