Ukraina Butuh Rp101 Triliun per Bulan untuk Pemulihan akibat Perang
Ukraina membutuhkan dana pemulihan sekitar US$5 miliar - US$7 miliar atau sekitar Rp72 triliun hingga Rp101 triliun per bulan.
Seorang anak berpose untuk foto dengan cincin Olimpiade di depan Museum Olimpiade Jepang di Tokyo, Jepang, Senin (17/2/2020)./Antara/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Ketersediaan vaksin virus Corona (Covid-19) dinilai sebagai kunci penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 yang akan diselenggarakan pada 2021.
Presiden Komite Yoshiro Mori mengatakan Olimpiade Tokyo 2020 dapat kembali terselenggara jika penyebaran Covid-19 sudah mereda. Pihaknya tidak akan mengambil risiko jika infeksi virus masih terjadi.
BACA JUGA : Hasil Sementara Uji Coba Vaksin Covid-19 dari China Segera
"Lebih spesifik, poin utama [penyelenggaraan olimpiade] dengan adanya obat atau vaksin," kata Mori seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (22/7/2020).
Seperti diketahui, Olimpiade Tokyo seharusnya dibuka pada Jumat pekan ini. Namun, lantaran pandemi Covid-19 menyerang seluruh bagian dunia, rencana ini harus ditunda ke tahun depan. Penundaan juga pernah terjadi pada masa Perang Dunia II.
Saat ini, Komite Olimpiade Internasional (IOC) memperkirakan penyelenggaraan akan dilakukan pada 23 Juli 2021. Namun, sebuah survei oleh Kyodo News di Jepang mengungkapkan bahwa masyarakat setempat kurang antusias menyambut ajang tersebut.
Hanya satu di antara empat orang yang hendak menonton pergelaran Olimpiade. Sementara itu, Mori mengatakan acara yang diadakan tanpa penggemar bukanlah opsi untuk saat ini.
BACA JUGA : Begini Nasib Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia
"Jika itu satu-satunya cara, maka kami harus pertimbangkan. Jika itu terjadi, mungkin ada pembicaraan untuk pembatalan," ungkapnya.
Dikutip dari NHK, Jepang mulai menggerakkan roda ekonominya dengan mengkampanyekan pariwisata. Padahal, Tokyo menjadi episentrum terparah dengan catatan 237 kasus baru pada Selasa (21/7/2020).
Diperkirakan total kasus Covid-19 mencapai 10.000 pada Rabu (22/7/2020). Oleh sebab itu, pemerintah setempat tidak mempromosikan kampanye "Go to Travel" di wilayah ibukota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Ukraina membutuhkan dana pemulihan sekitar US$5 miliar - US$7 miliar atau sekitar Rp72 triliun hingga Rp101 triliun per bulan.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.