Polrestabes Semarang Optimistis Ungkap Misteri Mayat Tanpa Kepala dan Terbakar
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
PSIS Semarang/Instagram @psisfcofficial
Harianjogja.com, SEMARANG – PSIS Semarang memutuskan meliburkan pemainnya untuk waktu yang belum ditentukan. Keputusan itu diambil menyusul batal bergulirnya kembali kompetisi Liga 1 yang semula direncanakan 1 Oktober nanti.
Pembatalan tersebut dikarenakan OSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum mendapat izin keamanan dari kepolisian untuk menggelar kembali kompetisi Liga 1.
BACA JUGA: Selangkah Lagi, Gelandang Arsenal Lucas Torreira Gabung Pindah ke Atletico Madrid
Pandemi Covid-19 yang belum terkontrol di Tanah Air membuat kepolisian belum berani memberikan izin pelaksanaan event yang berpotensi mengundang keramaian.
Keputusan PSSI membatalkan atau menunda kompetisi Liga 1 musim 2020 ini jelas membuat klub kecewa. Hal itu dikarenakan klub sudah terlanjur mengumpulkan pemain dan menggelar persiapan mulai dari latihan hingga menggelar swab test.
“Tentu kami cukup terpukul dengan keputusan ini. Namun, kami menghormati keputusan yang ada. Secepatnya kami akan kumpulkan pemain, ofisial, dan manajemen untuk membahas langkah kami ke depan,” ujar CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, di Stadion Citarum, Semarang, Selasa (30/9/2020) sore.
BACA JUGA: Ini Tujuh Klub Paling Berpeluang Raih Gelar Scudetto Menurut Pelatih Italia
Selain itu, manajemen PSIS juga memutuskan untuk menghentikan latihan sementara sambil menunggu keputusan dari PSSI, PT LIB, dan pemerintah terkait penyelenggaraan Liga 1.
“Latihan untuk sementara kami liburkan melihat situasi ini. Jika semua sudah oke, baru kami kumpulkan lagi,” imbuhnya.
Pendapat senada juga disampaikan GM PSIS Semarang, Wahyu ‘Liluk’ Winartoe. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Semarang itu berharap PSSI dan PT LIB segera memberikan kepastian terkait nasib kompetisi Liga 1.
BACA JUGA: PSSI Resmi Tunda Lanjutan Liga 1 dan Liga 2
“Kami minta kepastian secepatnya. Kalau tidak jelas ini klub yang dirugikan. Kami harus menanggung biaya operasional. Kalau segera ada kepastian kami bisa mengambil keputusan secepatnya,” ujar Liluk saat dijumpai Semarangpos.com di RM Selasih, Kota Semarang, Selasa siang.
Liluk mengaku selama ini untuk biaya operasional tim, manajemen harus mengucurkan dana sekitar Rp40-50 juta per bulan. Jika PSSI segera memberikan kepastian terkait nasib kompetisi, pihaknya pun bisa segera membuat keputusan apakah akan membubarkan tim atau mempertahankannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp72.500 per kg, sedangkan telur ayam ras dijual Rp30.300 per kg.