Pajak Kendaraan Jateng Nunggak Rp2,4 Triliun, Ini Datanya
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Pekan Olahraga Mahasiswa (Pomda) Shorinji Kempo antarmahasiswa se-DIY./Ist-STTNas
Harianjogja.com, JOGJA — DIY punya peluang mencatatkan sejarah menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional [PON] untuk pertama kalinya. Rencananya, DIY akan menggandeng Provinsi Jawa Tengah sebagai tuan rumah bersama untuk gelaran PON 2028 mendatang.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia [KONI] DIY, Djoko Pekik Irianto mengatakan, wacana tersebut berangkat dari terbitnya Surat Keputusan (SK) Nomor 71 Tahun 2020 tentang Penetapan Provinsi Aceh dan Sumatra Utara sebagai Tuan Rumah Pelaksana Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024.
“Ini terkait adanya revisi PP 17 2007 yang memungkinkan dua Provinsi berdekatan menjadi tuan rumah PON Bersama. Di SK Nomor 17 memuat aturan baru. Saya rasa kita punya kemampuan untuk menjadi tuan rumah bersama Provinsi Jawa Tengah,” kata Djoko saat dihubungi Harianjogja.com, Minggu (22/11/2020).
BACA JUGA : Eks Pelatih PSIM Jogja Tangani Tim Pra-PON DIY
Guru besar Ilmu Gizi Olahraga UNY itu menegaskan, hal tersebut baru sebatas wacana. Pasalnya, persiapan menjadi tuan rumah pelaksana PON bukanlah perkara sederhana. Apalagi, kolaborasi antar dua provinsi tentunya mengandung dinamika tersendiri. “Perlu dibahas secara mendalam dengan Pemprov dan DPRD,” tambahnya.
Selain dukungan dari Pemprov DIY, wacana tuan rumah PON 2028 juga membutuhkan masukan dari masyarakat. Sebabnya, PON sendiri tak semata gelaran olahraga saja. PON juga dapat menjadi tujuan pariwisata dan pengembangan industri yang berpotensi mendulang profit atau pendapatan daerah. “Jadi PON bukan cuma gelaran menghabiskan anggaran saja,” ucapnya.
Maka dari itu, ihwal anggaran mesti dipikirkan matang-matang. Kata Djoko, PON 2016 di Jawa Barat menghabiskan dana sebesar Rp4,2 Triliun hanya untuk membangun sarana dan prasarana saja. Dana tersebut dianggarkan selama 8 tahun. Sementara untuk penyelenggaraan menelan dana sebesar Rp1 Triliun. “Tentu saja semuanya tidak dibebankan kepada APBD, tapi juga ada APBN,” ujarnya.
BACA JUGA : Besok Sore, Sejumlah Eks Pilar PSIM Jogja Uji Coba Lawan
Sebelum mengajukan diri sebagai tuan rumah PON, sebuah daerah harus memenuhi 50% kesiapan venue yang hendak dipakai. DIY, kata Djoko sudah memiliki venue yang cukup lengkap. Hanya memang perlu pengembangan saja agar dapat memenuhi persyaratan sepenuhnya.
Sebagai contoh, untuk cabang olahraga renang, DIY sudah punya Kolam Renang UNY yang memiliki 8 line. Jika bertekad menjadi tuan rumah PON, maka perlu ditambah menjadi 10 line guna memenuhi standar yang disyaratkan. “Tidak perlu membangun baru. Cukup kita lakukan perbaikan saja,” katanya.
BACA JUGA : Gatot Barnowo Tangani Tim Pra-PON Putri DIY
Djoko menambahkan, untuk saat ini KONI DIY fokus pada gelaran PON 2021 yang akan dihelat di Provinsi Papua. DIY memasang target 12 medali emas. Adapun cabang olahraha yang menjadi andalah, yakni voli pasir dan panahan. “Kemarin latihannya sempat menurun karena Covid - 19. Semoga tahun 2021 kondisinya lebih baik sehingga kita bisa tingkatkan lagi latihannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali dari nomor lead putra dan putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Eskalator Stasiun Duri mengalami gangguan dan bergerak mundur. Sebanyak 12 penumpang luka ringan dan mendapat penanganan medis.
Lisman Puja Kesuma, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY dan Bendahara DPD Gerindra DIY meninggal pada Sabtu (3/10/2026).
Jarak pandang 600 meter membuat delapan penerbangan di Bandara SMB II Palembang tertunda, terdiri atas empat kedatangan dan empat keberangkatan.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.