Kemenpar Perketat Keselamatan Wisatawan di Kawasan Gunung Api
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Pemain Barito Putera M. Yudha Febrian /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA--Pemain Barito Putera M. Yudha Febrian menyesali sikap indisipliner yang membuat dia dicoret dari timnas dan akan menerima keputusan klub mengirimnya ke pesantren di Jawa Barat. Sebelumnya, Yudha dan pemain asal Bhayangkara Solo FC Serdy Ephy Fano tertangkap kamera tengah berada di sebuah tempat hiburan malam. Kala itu, mereka berdua masih menjalani pemusatan latihan bersama Timnas U-19.
Saat menjalani sesi latihan pagi, Yudha dan Serdy terlambat dan diketahui baru pulang ke hotel sekitar pukul 03.00 WIB. Pelatih Shin Tae-yong yang geram langsung mencoret keduanya dari daftar pemain yang mengikuti TC.
BACA JUGA : Video Dugemnya Viral, Striker Timnas U-19 Dipecat
"Saya sangat bersyukur Alhamdulillah atas kebaikan manajemen Barito Putera menyikapi masalah yang saya perbuat ini," ujar Yudha dikutip dari laman resmi klub di Jakarta, Selasa (8/12/2020).
"Saya berjanji setelah program pembinaan ini saya tidak melakukan hal yang sama. Saya sangat menyesal karena kasus ini gara-gara kesalahan saya sendiri," kata dia menambahkan.
Manajemen Barito berharap selama di pesantren Yudha bisa merenungi kesalahannya dan mengembalikan mental yang sempat terpuruk. Meski begitu, Yudha tetap akan dibekali latihan mandiri dengan mendatangkan khusus tim pelatih untuk mendampinginya.
Yudha pun mengakui membawa beberapa perbekalan saat akan menjalani pembinaan mental dari sisi kerohanian itu. Selain perlengkapan ibadah, pemain bertahan Laskar Antasari itu juga membawa perlengkapan latihannya.
BACA JUGA : Staf Pelatih Shin Tae-yong Mulai Memimpin Latihan Timnas U
“Manajemen dan tim pelatih membuatkan saya program latihan buat menjaga kondisi di sana. Nanti juga ada pelatih dari Barito Putera yang mendampingi saya selama berlatih di pesantren," kata dia.
Teman sekaligus kerabat Yudha, Ridwan Awaludin berharap Yudha bisa memetik pelajaran dari kesalahannya, sebab sangat disayangkan peluang tampil di Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20 terbuang sia-sia. Ridwan yang sempat membela Persebaya dan kemudian memutuskan pensiun dini mengatakan bahwa pemain asal Bogor tersebut memiliki potensi besar untuk menembus skuad inti timnas U-19.
Namun kesalahan fatal karena berada di sebuah tempat hiburan dan telat menjalani latihan pagi harus dibayar mahal oleh pemain jebolan Garuda Select tersebut. "Aku ikut prihatin dengan kejadian ini sampai harus indisipliner. Dia mungkin ga bisa atur emosional hingga dia ke arah yang negatif. Yang saya tahu sejak Yudha dipanggil timnas U-19 dan Garuda Select, dia selalu di inti jadi sangat disayangkan," kata dia.
BACA JUGA : Tempuh Penerbangan 17 Jam, Timnas Indonesia U-19 Tiba
"Semoga dia bisa merenungi kesalahannya dan tak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri di masa mendatang. Sayang, dia punya potensi besar," kata dia menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Warga huntap Merapi di Kepuharjo dan Umbulharjo menerima SHM. Sultan HB X meminta sertifikat dijaga dan tidak mudah dilepas.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.