Modus Lempar Paket ke Dalam Lapas Digagalkan, Diduga Berisi Sabu
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Peluncuran buku berjudul Super Elja Method. /Harian Jogja-Hery Setyawan.
Harianjogja.com, SLEMAN— Salah satu klub kasta tertinggi Indonesia, PS Sleman meluncurkan sebuah buku berjudul Super Elja Method. Buku ini berisi kumpulan metode yang diterapkan PS Sleman Development Center dalam mengembangkan talenta-talenta muda sepakbola dari berbagai jenjang umur.
Buku “Super Elja Method” disusun oleh PS Sleman Development Center yang di terdiri dari Guntur Cahyo Utomo, Qoid Naufal Aziz, Dani Budi Rayoga dan Ivan Wirajaya ini berisi dokumentasi dari proses dan kinerja pengembangan pemain muda selama kurang lebih satu tahun.
BACA JUGA : Manajemen PSS Sleman Siapkan Kejutan
Sebagai catatan, PS Sleman Development Center merupakan sebuah departemen yang melakukan tugas pengembangan pemain. Departemen ini mengelola pelatihan talenta muda dari jenjang umur 16 sampai 20 tahun.
Kepala PS Sleman Development Center, Guntur Cahyo Utomo menuturkan, Indonesia memiliki segudang talenta sepakbola yang menjanjikan. Sayangnya, modal itu tak cukup mampu membawa Indonesia bersaing di kompetisi Internasional.
“Kita semua sepakat Indonesia punya banyak sekali bakat-bakat sepakbola. Namun, selalu ada pertanyaan, mengapa kita gagal bersaing dengan negara elit sepakbola? Ada banyak cara memang, tetapi kami yakin ada satu faktor yang sangat penting sebagai penyebabnya, yaitu persoalan cara kita mengembangkan bakat-bakat tersebut," ujar Guntur kepada awak media di Omah PSS, Jumat (29/1/2021).
BACA JUGA : Skuat PSS Sleman Diliburkan Hingga 29 Mei
Buku ini terdiri dari lima bagian. Pada bagian pertama, dijelaskan secara detail soal model permainan yang diterapkan oleh Tim Muda PS Sleman. Guntur menyebut, model permainan merupakan induk dari cara sebuah tim membangun serangan, bertahan dan melakukan transisi.
Pada bagian kedua, dijelaskan mengenai prinsip-prinsip permainan sepakbola. Sementara pada bagian ketiga, diterangkan ihwal periodisasi latihan. Bagian keempat dan kelima menunjukkan bagaimana latihan itu dilakukan, lengkap dengan contoh-contoh yang sudah melalui uji coba.
“Buku ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan pengetahuan yang akan membantu para pelatih meningkatkan kualitas kerjanya dari tahun ke tahun. Peluncuran buku ini juga sebagai upaya mengiringi langkah yang sedang ditempuh PS Sleman dalam rangka memperoleh Club Licensing dari AFC," harap Guntur.
Guntur menambahkan, buku ini dapat diunduh secara bebas. Untuk tautan pengunduhan, nanti akan disebarluaskan melalui akun media sosial klub. Namun demikian, buku ini bukanlah karya final. Itu artinya, revisi sangat mungkin dilakukan seiring dengan perkembangan model latihan pada waktu yang akan datang.
Sekretaris Jenderal Asprov PSSI DIY, Armando Pribadi yang datang pada acara peluncuran buku itu, menyampaikan apresiasinya atas upaya PS Sleman Development Center dalam mendokumentasikan pengetahuan tentang kepelatihan sepakbola.
BACA JUGA : Dejan Ingin Pulangkan Sejumlah Penggawa PSS Sleman
“Menurut saya menarik karena asosiasi saja belum punya acuan seperti ini. Selamat untuk teman-teman PS Sleman Development Center yang sudah membuat langkah awal yang baik sehingga diharapkan ada tindaklanjut terhadap pembinaan pesepak bola usia dini," ucap Armando.
Armando mengatakan, PSSI sebagai induk sepakbola nasional belum memiliki regulasi terkait patokan buku pembinaan usia dini. Sementara itu, ia mengaku belum membaca buku buatan PS Sleman Development Center.
“Rencana kongres bulan Mei besok ada pembahasan tentang konsep acuan pembinaan secara tertulis. Dan, buku itu yang blm kami baca merupakan salah satu faktor pendukung karena belum ada risetnya,” tambahnya.
Ia berharap, ke depan, buku ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara PSSI dan Asprov atau Askab sebagai perpanjangan tangan federasi sepakbola nasional dalam hal pembinaan pemain muda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Merti Keistimewaan DIY digelar sebulan dengan 298 kegiatan untuk memperingati 14 tahun UUK DIY dan memperkuat partisipasi masyarakat.
Bendera Merah Putih utuh sepanjang 481 meter dikirab dari Tugu Pal Putih menuju Titik Nol Kilometer Jogja dalam HUT ke-81 RI.
Iran dan Oman menyepakati peta rute pelayaran Selat Hormuz setelah perundingan teknis selama tiga bulan, tetapi jalur belum sepenuhnya normal.
Pemerintah menyiapkan dokter terbang dan mobile dentist untuk memperluas layanan kesehatan, termasuk menjangkau daerah terpencil.
Wacana dwikewarganegaraan yang disampaikan Prabowo masih sebatas gagasan. Pemerintah belum menyusun skema dan target penerapannya.