Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi pertandingan sepakbola/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN – Jelang persiapan menyambut turnamen Piala Menpora 2021, PS Sleman melepas sejumlah pemain untuk menyusun komposisi skuat yang lebih solid.
Manajer PS Sleman, Danilo Fernando mengatakan, keputusan melepas pemain berangkat dari hasil evaluasi. “Untuk pemain lokal kurang lebih sekitar 9 pemain yang sudah dilepas. Sementara pemain asing masih dalam proses evaluasi dan pertimbangan,” ujarnya, Jumat (19/2/2021).
Danilo menyebut, pemain yang sudah dilepas oleh PS Sleman terdiri dari Efdal, Luthfi Kamal, Burhan, Zamzani, Alex Sander, Naufal, Hendra Molle, Dimas Galih dan I Gede Sukadana. Sebelumnya, Rabu (17/2/2021) PS Sleman sudah lebih dulu melepas penyerang asal Ukraina, Yevhen Bokhashvilli.
Danilo menambahkan, pihak manajemen tidak punya lagi tunggakan gaji maupun fasilitas lainnya terhadap para pemain itu. “Karena kontrak pemain sebenarnya sudah selesai,” tambahnya.
Bukan hal yang mudah melepas para pemain yang sudah memberikan banyak kontribusi terhadap tim. Hanya saja, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan sehingga PS Sleman harus melepas sejumlah pemain.
“Kami melepas [pemain] bukan karena mereka tidak punya kemampuan, teknik maupun daya saing untuk memperoleh kesempatan bermain. Bagi saya, mereka semua pemain bagus. Tapi, keputusan ini harus diambil berdasarkan pertimbangan taktik dan filosofi tim,” ujar eks pemain Persik Kediri ini.
Danilo melanjutkan, pemain yang datang dan pergi merupakan dinamika yang biasa terjadi di dunia sepakbola. Ia pun berpesan kepada para pemain agar tetap berkembang serta berprestasi untuk pribadi dan tim.
“Untuk pemain yang tidak bersama kita lagi, saya ucapkan terima kasih banyak atas waktu dan kontribusinya selama ini. Pintu untuk kembali ke berbaju PS Sleman selalu ada dan terbuka lebar,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.