Bukan Sekadar Pasar, Indonesia Jadi Bagian Operasi Global LG
Setelah 36 tahun beroperasi di Indonesia, sejumlah fasilitas LG menjadi bagian dari produksi, riset, dan operasi global perusahaan.
Markis Kido/instagram Yuni Kartika
Harianjogja.com, JAKARTA - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyerukan kepada atlet Pelatnas Cipayung agar semangat dan daya juang yang ditampilkan Markis Kido selama berkiprah sebagai atlet bulu tangkis bisa menjadi motivasi untuk terus berprestasi.
"Berita kepergiannya sangat mengejutkan. Jelas kami kehilangan sosok inspiratif, semoga perjuangan almarhum menjadi motivasi bagi juniornya untuk meneruskan tradisi emas di Olimpiade," kata Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI Broto Happy saat ditemui di Jakarta, Selasa (15/6/2021).
Dalam pernyataannya, PBSI menilai catatan prestasi Kido tidak hanya akan dikenang dalam kancah bulu tangkis nasional, namun juga akan selalu diingat oleh masyarakat Indonesia atas sumbangsihnya kepada Tanah Air.
Daya juang peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 itu juga diakui mantan pebulu tangkis nasional Candra Wijaya yang turut hadir dalam upacara pemakaman di TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur.
Saat ditemui Antara, peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 itu menuturkan bahwa perjuangan Kido menghadapi penyakit tekanan darah tinggi sudah berlangsung lama bahkan saat masih aktif menjadi bagian timnas bulu tangkis Indonesia.
Oleh karenanya ia melihat juniornya di sektor ganda putra itu sebagai "manusia super" karena bisa menahan hambatan fisik dan tetap bisa berprestasi gemilang.
"Kondisi (darah tinggi) itu memang dari dulu, pas dia dapat medali emas di Beijing pun sebenarnya sudah mengalami. Makanya saya bilang dia seperti manusia super, ya. Tapi mungkin kemarin serangan dari penyakitnya lebih kuat, dia kalah dan tidak tertolong," tutur Candra, yang kemudian menangis setelah menceritakan rekan seperjuangannya tersebut.
Sebelumnya, Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna menyebut Kido layak disebut legenda bulu tangkis dengan segala prestasi yang sudah ditorehkan untuk Indonesia.
Selain medali emas Olimpiade, prestasi Kido antara lain juara dunia 2007 di Kuala Lumpur hingga medali emas Asian Games 2010 Guangzhou bersama Hendra Setiawan, yang kini masih berlatih di Pelatnas Cipayung.
"Semoga suri teladan, semangat juang, prestasi besar, dan etos kerja yang telah ditunjukkan Markis Kido selama ini, bisa menginspirasi para pebulu tangkis Indonesia untuk mengikuti jejak almarhum," ujar Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Setelah 36 tahun beroperasi di Indonesia, sejumlah fasilitas LG menjadi bagian dari produksi, riset, dan operasi global perusahaan.
Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali dari nomor lead putra dan putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Eskalator Stasiun Duri mengalami gangguan dan bergerak mundur. Sebanyak 12 penumpang luka ringan dan mendapat penanganan medis.
Lisman Puja Kesuma, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY dan Bendahara DPD Gerindra DIY meninggal pada Sabtu (3/10/2026).
Jarak pandang 600 meter membuat delapan penerbangan di Bandara SMB II Palembang tertunda, terdiri atas empat kedatangan dan empat keberangkatan.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.