Pertamina Siapkan Perampingan Anak Usaha Sesuai Perintah Prabowo
Pertamina mengungkap program streamlining anak usaha yang telah dilakukan pada semester I/2026 setelah mendapat arahan Presiden Prabowo.
Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry J Kono /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Sea Games Vietnam hingga kini belum menemui titik terang karena tuan rumah tak kunjung memberikan kepastian dalam rapat federasi negara-negara Asia Tenggara atau South East Asian Games Federation (SEAGF), Jumat (17/9/2021).
Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry J Kono menjelaskan pembahasan pelaksanaan Sea Games Hanoi masih alot lantaran panitia penyelenggara perlu melakukan koordinasi lanjutan dengan pemerintah Vietnam.
“Pelaksanaan Sea Games Hanoi belum ada keputusan. Komite Olimpiade (NOC) Vietnam meminta kesabaran anggota SEAGF karena mereka masih berdialog dengan pemerintah. Rapat selanjutnya Oktober, kami berharap sudah ada putusan yang tetap,” kata Ferry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (17/9).
Pada Juli lalu, SEAGF sepakat menunda Sea Games yang sedianya berlangsung pada November 2021 hingga tahun depan. Pembatalan tersebut dilakukan karena masih tingginya kasus Covid-19 di Vietnam dan mayoritas negara di Asia Tenggara pada saat itu.
Namun Ferry menuturkan bahwa berdasarkan laporan dalam rapat hari ini, mayoritas negara Asean saat ini sudah mengalami penurunan kasus Covid-19, hanya Filipina yang angkanya masih terbilang tinggi.
Komite Olimpiade (NOC) di Asia Tenggara mendesak agar kepastian SEA Games dapat diputuskan setidaknya akhir tahun ini. Apabila tak kunjung ada keputusan maka akan berpengaruh terhadap nasib multievent yang diagendakan digelar tahun depan.
Menurut Ferry, NOC di Asia Tenggara, termasuk Indonesia tetap berkomitmen untuk mengikuti multievent internasional lainnya yang masuk dalam kalender 2022 terlepas adanya Sea Games atau tidak pada tahun depan.
Setidaknya ada empat multievent internasional yang diikuti Indonesia tahun depan, yaitu Asian Indoor & Martial Arts Games (AIMAG) di Bangkok-Chonburi, Thailand pada Maret, Islamic Solidarity Games (ISG) Turki (Agustus), Asian Games Hangzhou (September), serta Asian Youth Games Shantou (Desember).
Selain potensi padatnya agenda di tahun depan, ketidakpastian Sea Games Hanoi juga disebut berdampak pada Kamboja selaku tuan rumah pada 2023. NOC Kamboja mengatakan jika sampai akhir tahun tidak ada putusan, mereka juga kesulitan untuk menjadwalkan seminar Chef de Mission hingga penyusunan panduan teknis.
“Padahal Kamboja sudah serius membangun arena dan menyiapkan atlet,” ucap Ferry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pertamina mengungkap program streamlining anak usaha yang telah dilakukan pada semester I/2026 setelah mendapat arahan Presiden Prabowo.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan