BMKG DIY Peringatkan El Nino 2026, Potensi Kemarau Kering Menguat
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Pelatih Italia, Roberto Mancini/Reuters
Bisnis.com, JAKARTA - Pelatih Italia Roberto Mancini berkomentar mengenai kegagalan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2022 delapan bulan usai menjuarai Euro 2020.
“Bila Euro adalah pengalaman paling indah dalam hidup saya, ini adalah kekecewaan terbesar,” kata Roberto Mancini kepada Rai.
Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2022 usai disingkirkan Makedonia Utara pada babak playoff kualifikasi yang berlangsung di di Stadio Renzo Barbera, Palermo, Jumat (25/3/2022) dini hari.
Mendominasi permainan, Gli Azzurri akhirnya kalah 0-1 karena gol Aleksandar Trajkovski pada masa injury time.
Mancini menilai timnya sudah berusaha maksimal saat melawan Makedonia Utara.
“Kami tidak bisa mengatakan apa-apa selain ini adalah sepak bola. Terkadang hal-hal luar biasa terjadi," kata dia.
“Mungkin kami seharusnya tidak berada di sana, kami melakukan segalanya untuk memenangkannya. Beberapa pertandingan seperti itu dan sulit untuk membicarakannya."
“Kemenangan di Euro benar-benar pantas, kami memainkan sepak bola yang hebat. Kemudian beberapa keberuntungan yang kami miliki di turnamen itu berubah menjadi nasib buruk, karena beberapa hal yang tidak dapat dipercaya terjadi mulai September dan seterusnya."
"Kami mendominasi grup, yang kami butuhkan adalah salah satu momen untuk berjalan dengan baik, tetapi tidak satu pun dari mereka melakukannya. Malam ini, rasanya persis sama setelah kebobolan pada menit ke-92."
"Ini adalah sekelompok pemain bagus dan saya minta maaf untuk mereka."
Kekalahan itu dipastikan akan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan Mancini. Namun, pelatih itu mengatakan akan salah jika membicarakan hal tersebut setelah pertandingan tersebut.
"Kita lihat saja nanti. Saya pikir semua orang terlalu kecewa sekarang untuk membicarakan masa depan," kata dia.
“Saya harus mengatakan, saya lebih peduli untuk para pemain saya sekarang daripada yang saya lakukan pada bulan Juli. Ini adalah momen yang sulit, kasih sayang saya untuk mereka sangat besar."
"Terlalu dini untuk mengatakan apa yang terjadi selanjutnya, karena ada kekecewaan seperti itu, tetapi pada saat yang sama ini adalah skuad pemain hebat dengan masa depan yang cerah."
Timnas Italia gagal melaju ke putaran final Piala Dunia secara beruntun, setelah 2018. Dua kegagalan beruntun itu baru pertama kali mereka alami. Sebelumnya mereka juga pernah tak lolos pada 1958.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.