Dua Wakil Indonesia Lolos, Drama Warnai Kualifikasi Malaysia Masters
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Fakhri Husaini / PSSI.Org
Harianjogja.com, JOGJA — Pelatih Persela Lamongan, Fakhri Husaini mendapat pelajaran penting setelah anak asuhnya menggelar uji coba beruntun kontra PSMS Medan (17/6/2022) dan Persikab Kab. Bandung (19/6/2022).
Di laga pertama, Persela hanya mampu bermain imbang 1-1 atas Ayam Kinantan, julukan PSMS. Gol tuan rumah diciptakan Imas Pamungkas.
Sementara di laga kedua, Laskar Joko Tingkir terpaksa menyerah 3-2 dari klub promosi tersebut. Gol bagi Persela tercipta di masing-masing babak melalui aksi Ariel Sharon de Keyzer dan Risqki Putra Utomo.
"Ini dua pertandingan yang menurut saya sangat positif, buat pemain dan kami tim pelatih. Kami bisa tahu semua kualitas permainan baik secara individu, unit maupun tim," katanya dikutip dari laman resmi klub, Senin (20/6/2022).
"Di pertandingan kedua, skor akhir kami kalah. Tapi saya melihat ada progres yang cukup signifikan yang diperlihatkan oleh pemain terutama di babak kedua tadi," sambung pria asal Aceh itu.
Pelatih berusia 56 tahun itu melihat ada sisi positif dan negatif dari permainan anak asuhnya. Satu hal yang disorotinya adalah bagaimana Zulham Zamrun dkk menangani situasi bola mati.
"Kami kemasukan dengan dua gol yang terjadi karena set-piece. Ini tentu bukan sesuatu yang kami harapkan tapi ini pelajaran bagus buat buat kami. Sementara kami bisa buat gol lewat open Play. Cuma ada beberapa situasi set-piece kami enggak bisa buat gol," ungkapnya.
"Nah ini ini tentu akan menjadi catatan kami tim pelatih untuk untuk mempersiapkan tim ini agar ke depan bisa lebih kompetitif, lebih baik terutama dalam situasi open-play, maupun menghadapi bola-bola set-piece dari lawan," tegas Fakhri.
Fachri menyatakan sejak awal ingin melihat transisi negatif yang seminggu terakhir terus diasah selama latihan.
"Saya sudah sampaikan ke pemain jauh hari. Ball position penting, seberapa bagus passing itu penting. Tetapi yang jauh lebih penting adalah seberapa besar agresif kalian ketika kehilangan bola," jelasnya.
"Dan itu mereka lakukan semua. Hilang bola, kami bisa rebut bola kembali, hilang bola kami cepat melakukan transisi negatif," sambungnya.
Namun, eks pembesut Timnas Indonesia U-16 itu melihat transisi negatif yang dilakukan anak asuhnya belum berjalan optimal. Menurutnya, masih ada kesalahan mendasar yang membuat permainan mereka tak berkembang.
"Masalahnya, ketika bola itu kami dapatkan mereka masih kurang tenang. Sehingga dalam beberapa situasi, cepat juga hilang bola. Nah, inilah gunanya uji coba," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Microsoft diguncang skandal dugaan penggunaan server Azure untuk pengawasan warga Palestina. GM Microsoft Israel resmi dicopot.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha