Jejak Diplomasi Budaya Hiphop Amerika Serikat Menggema di PBSK
Sejak kelahirannya, hiphop bukan sekadar bicara soal kesenian. Ia menjadi produk budaya yang lahir dari pengalaman masyarakat terpinggirkan di New York.
Suasana Kejurda Bridge di Grha Ganesha Hall, Gedung Diklat RSJ Grhasia, Kaliurang, Sleman, Sabtu (6/8/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, Sleman — Sesuai kesepakatan dengan Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) DIY, Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) DIY menargetkan mengirimkan atlet ke PON 2024 yang digelar di Aceh-Sumatera Utara. Sementara pada Pra-PON tahun depan, Gabsi DIY menargetkan mengirimkan 10 pasang atlet.
Ketua KONI DIY, Djoko Pekik Irianto saat membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bridge DIY 2022 mengatakan kesepakatan itu harus ditindaklanjuti dengan pembenahan sistem pelatihan yang intensif.
“Kejurda yang berlangsung 6-7 Agustus ini sangat kami apresiasi. Selain sarana menjaring bibit unggul, kejurda ini juga langkah awal kami menyukseskan target mengirimkan atlet ke PON 2024,” kata Djoko, Sabtu (6/8/2022).
BACA JUGA: MotoGP Inggris, Quartararo Tercepat saat Hari Pertama Sesi Latihan Bebas
Dimulai Sabtu, Gabsi DIY menyelenggarakan Kejurda Bridge di Grha Ganesha Hall, Gedung Diklat RSJ Grhasia, Kaliurang, Sleman.
Pengiriman atlet ke PON 2024 ini menurut Djoko sudah disepakati oleh KONI dan Gabsi DIY. Karenanya, kedua pihak sepakat untuk mendorong dan memberi dukungan pada seluruh atlet Bridge DIY untuk terus berlatih serta bertanding.
“Tahun depan [2023] ada Pra-PON, kami akan mengirimkan atlet dan ditargetkan lolos. Nanti atlet yang kami kirim akan disaring dari Pekan Olahraga Daerah [Porda] DIY ke XVI pada 1-9 September,” ucap dia.
Karena itulah, kepada seluruh atlet dirinya meminta untuk terus berlatih keras. Tidak hanya itu, melihat potensi atlet yang didominasi pelajar, Djoko meminta tidak hanya prestasi bridge yang terus ditingkatkan, melainkan prestasi di kelas juga tidak boleh dilupakan.
Ketua Gabsi DIY, Ahmad Akhadi mengatakan pihaknya sementara ini belum memastikan akan mengirim berapa atlet untuk pra PON tahun depan. Namun dirinya sangat berharap, DIY bisa diwakili oleh 10 pasang atlet.
“Kejurda tahun ini kami manfaatkan betul sebagai sarana silahturahmi, latihan serta uji coba [try-out] mengikuti pertandingan resmi KONI dan Gabsi di level yang lebih tinggi,” kata Akhmadi.
Tidak hanya menjaring atlet terbaik lewat Kejurda, GABSI DIY juga akan memanfaatkan berlangsungnya Liga Bridge Siswa Nasional (LBSN) dan Liga Bridge Mahasiswa Nasional (LBMN).
Seri kedua ajang ini akan berlangsung pada 21 Agustus, seri ketiga 18 September, dan seri terakhir 16 Oktober. Finalnya digelar di Surakarta, 26-27 November.
"Kejurda mempertandingkan kelas SD, SMP, SMA, mahasiswa dan umum, baik pasangan maupun beregu. Ada 57 pasangan yang akan ikut bertanding dan 21 tim untuk beregu," jelasnya.
Rinciannya, tingkat SD diikuti 18 pasangan, tingkat SMP diikuti 19 pasangan, tingkat SMA diikuti enam pasangan dan tingkat mahasiswa/umum 14 pasangan. Untuk kategori Beregu tingkat SMP diikuti sembilan tim, SMA tiga tim, dan umum sembilan tim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 26 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Apindo menilai DSI dapat memperkuat pengawasan ekspor dan menekan praktik under invoicing tanpa menambah beban administratif pelaku usaha.
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mengusulkan seluruh jamaah haji DIY menggunakan e-paspor untuk mempercepat layanan imigrasi dan meningkatkan kenyamanan.
Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian pada kasus penyekapan di Bandung dan meminta proses hukum berjalan tegas sesuai aturan berlaku.
Sarjana di Job Fair Kulonprogo berbagi kisah sulit mencari kerja. Ratusan lamaran dikirim, tetapi pekerjaan layak masih sulit didapat.