F1 GP Spanyol 2026 Dikritik, Madring Disebut Sulit untuk Menyalip
Madring menuai kritik setelah debut F1 GP Spanyol 2026. Oscar Puente menyebut balapan seperti Monako, tetapi lebih cepat.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan - Instagram : Badminton.ina
Harianjogja.com, TOKYO — Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan harus puas menjadi runner up setelah kalah dari pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik di final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022.
Pada partai final tersebut The Daddies harus menyerah dari Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 19-21, dan 14-21 di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Minggu (28/8/2022).
Di awal gim, Ahsan/ Hendra tampil cukup meyakinkan dengan langsung meraih tiga angka berturut. Namun, Aaron/ Soh mampu bangkit dan membalikkan keadaaan sebelum akhirnya menutup gim pertama dengan 19-21.
Pada gim kedua, Ahsan/Hendra yang sempat tertinggal 9-11 di interval gim kedua mencoba bangkit. Akan tetapi, kesulitan menembus pertahanan Chia/Soh. Ahsan/Hendra pun menyerah di gim kedua dengan skor 14-21.
Secara keseluruhan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022, Indonesia harus puas meraih satu medali perak dan satu medali perunggu. Semua medali dipersembahkan dari sektor ganda putra. Ahsan/Hendra meraih medali perak sementara pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Madring menuai kritik setelah debut F1 GP Spanyol 2026. Oscar Puente menyebut balapan seperti Monako, tetapi lebih cepat.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.
Pakistan menjadi negara dengan kualitas udara terburuk 2025. PM2.5 mencapai 13,5 kali pedoman WHO, sementara Indonesia membaik.
Bagnaia mengakui levelnya kini di posisi 9-10 setelah gagal finis di San Marino. Ia menyoroti masalah pengereman dan menikung.