Indonesia vs Thailand di Final, Lawan ASEAN Keenam Era Herdman
Thailand menjadi negara ASEAN keenam yang dihadapi Timnas Indonesia era John Herdman dan akan menjadi lawan di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Rachmad Hidayat / PSIS
Harianjogja.com, SEMARANG -- Salah satu penggawa PSIS Semarang di Liga 1 2022/2023, Rachmad Hidayat mengirimkan surat pengunduran diri sebagai pemain PSIS.
Pemain asal Medan ini mengundurkan diri karena alasan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan.
“Rachmad terhitung sudah mundur dari PSIS sejak akhir Bulan September lalu. Dia mengundurkan diri karena alasan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan dan surat pengunduruan diri secara resmi telah kami terima. Kami terima pengunduran diri tersebut karena Rachmad sudah tidak bisa fokus di tim,” ujar General Manager PSIS, Wahyoe “Liluk” Winarto, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (26/10/2022) di Semarang.
BACA JUGA : PSIS : KLB PSSI Digelar Jika 50 Persen Voters Setuju
Sementara itu, Rachmad Hidayat dalam suratnya mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh elemen tim PSIS.
“Saya mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh teman, pelatih dan manajemen PSIS Semarang. Dengan ini saya mengucapkan terimakasih atas kesempatan dan dukungan yang saya dapatkan ketika berada di PSIS Semarang,” tutur Rachmad Hidayat dalam suratnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Thailand menjadi negara ASEAN keenam yang dihadapi Timnas Indonesia era John Herdman dan akan menjadi lawan di final FIFA ASEAN Cup 2026.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
PPh marketplace dimajukan menjadi 1 Oktober 2026. DJP menyebut keputusan itu diambil karena kesiapan teknis empat platform.
Sebanyak 52,41% pekerja DIY masih berada di sektor informal. Buruh menilai kondisi ini menunjukkan warga menciptakan lapangan kerja sendiri.