PSS Sleman Berburu Striker, Bek, dan Gelandang Bertahan
PSS Sleman masih memburu striker, bek, dan gelandang bertahan baru untuk memperkuat skuad menghadapi BRI Super League 2026/2027.
Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Striker klub Liga Jepang J1 League Nagoya Grampus, Jakub Swierczok, diskors empat tahun oleh Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC karena positif menggunakan doping.
Pemain internasional Polandia itu diskors sementara pada Desember 2021 setelah sampel A-nya dinyatakan positif menggunakan zat ilegal, menyusul kekalahan timnya pada perempat final Liga Champions Asia saat melawan Pohang Steelers dari Korea Selatan.
Klub tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan di laman situs mereka pada Jumat bahwa zat tersebut juga terdeteksi dalam sampel B pemain berusia 29 tahun itu dan larangan bermain empat tahun oleh AFC, telah dimulai 9 Desember 2021.
Nagoya mengatakan mereka sedang bernegosiasi dengan pengacara Swierczok mengenai kontraknya dengan klub.
Swierczok telah bermain enam kali untuk Timnas Polandia dan bergabung dengan Nagoya pada 2021. Ia mencetak 12 gol dalam 21 pertandingan di semua kompetisi untuk klub Jepang sebelum diskors.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSS Sleman masih memburu striker, bek, dan gelandang bertahan baru untuk memperkuat skuad menghadapi BRI Super League 2026/2027.
Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Lionel Messi dan Lamine Yamal. Foto saat Messi memandikan Yamal pada 2007 kembali viral.
Program MBG kembali berjalan usai libur sekolah. Harga ayam broiler naik 4,11 persen dalam sepekan, disusul telur ayam ras yang ikut menguat.
Pertamina meluncurkan Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Jakarta dengan menghadirkan Mario Aji dan Veda Ega Pratama.
Sebanyak 208 Bhabinkamtibmas diterjunkan membantu pelacakan kasus TBC di Sragen. Dalam sebulan, 190 kontak erat pasien telah diperiksa.
Polisi menyelidiki kasus begal payudara terhadap perempuan yang sedang jogging di Bambanglipuro, Bantul. Pelaku masih diburu.