Veda Ega Ungguli Hakim Danish di Klasemen Meski Kalah Top Speed
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Enner Valencia/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA — Enner Valencia, pemain timnas Ekuador diragukan tampil saat timnya melawan Belanda di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, Jumat (25/11/2022) 23.00 WIB. Padahal, laga kali ini akan menjadi penentu bagi Ekuador untuk bisa melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.
BACA JUGA : Belanda Tekuk Senegal 2-0
Sebab, baik Ekuador maupun Belanda, saat ini sama-sama meraih 3 poin dari hasil pertandingan pertama di fase grup.
Pelatih Timnas Ekuador, Gustavo Alfaro mengatakan jika pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan kesehatan, utamanya terkait dengan cedera lutut yang dikabarkan menimpa Valencia. Setelah itu, akan diputuskan, apakah Valencia akan tampil atau tidak saat melawan Belanda.
"Tes menunjukkan bahwa dia tidak mengalami cedera tetapi traumanya sangat serius. Kami akan memeriksanya sore ini dan memutuskan," kata Alfaro dikutip dari Reuters, Kamis (24/11/2022).
"Saya mengatakan beberapa hari yang lalu bahwa bahkan api tidak dapat menghentikan Enner. Jika terserah dia, dia akan bermain. Mari manfaatkan keraguan dan berharap dia merespons dengan baik dalam latihan sore ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Reuters
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas