Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Hansi Flick/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Kemenangan Jerman atas Kosta Rika dengan skor 4-2 pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2022, Jumat (2/12/2022) dini hari WIB terkesan percuma.
Kemenangan itu tidak cukup membawa Der Panzer melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia. Meski jumlah poin Jerman sama dengan Spanyol, ada perbedaan selisih gol yang cukup jauh yakni +6 berbanding +1. Mau tak mau Jerman mesti angkat kaki dari Qatar.
Seolah mengulang cerita lama, hal serupa juga terjadi di Piala Dunia 2018, langkah mereka terhenti di fase grup setelah menelan kekalahan sebanyak dua kali atas Meksiko dan Korsel, serta satu kemenangan percuma atas Swedia. Bahkan Jerman menempati posisi terbawah di fase grup kala itu.
Rasa amarah dan kecewa menyelimuti Pelatih Hansi Flick. Ia menyatakan kekecewaannya sangat besar dan turut menyampaikan kekesalannya pada tim. “Ada banyak kesalahan individu dan itu membuat saya sangat marah. Babak pertama membuat saya amat kesal dan saya bilang ke tim bahwa saya kesal," ungkapnya dilansir dari The Guardian.
Menurut pelatih berusia 57 tahun itu, kesalahan murni datang dari performa skuatnya yang banyak membuang peluang baik saat melawan Jepang maupun Spanyol.
Flick pun mengakui skuatnya tidak cukup baik. “Tapi turnamen hari ini memang bukanlah untuk kami. Kami tidak memiliki efisiensi di turnamen ini dan itulah mengapa kami tersingkir,” kata dia dikutip dari Reuters.
Flick menyatakan tidak akan mundur dari kursi pelatih Timnas Jerman. "Tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan pekerjaan ini," kata dia.
"Kami memiliki pemain yang bermain dengan klub top dan kami memiliki kualitas tetapi saya percaya bahwa untuk masa depan sepak bola Jerman, kami perlu melakukan hal berbeda dalam latihan. Akan sangat penting untuk fokus pada generasi baru pesepak bola. Ada pemain bagus untuk masa depan, tetapi untuk sepuluh tahun ke depan, sangat penting bagi kami untuk membuat langkah yang tepat sekarang."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.