Prabowo Targetkan Dividen BUMN Rp800 Triliun dari Danantara
Presiden Prabowo menargetkan dividen BUMN Rp800 triliun melalui Danantara. Target itu setara 5% return on assets dari aset perusahaan negara.
Jepang vs Kroasia / FIFA
Harianjogja.com, JAKARTA—Timnas Jepang kalah melawan Kroasia di babak 16 besar Piala Dunia 2022 lewat adu penalti. Kekalahan ini menambah daftar panjang gagalnya Samurai Biru di babak 16 besar sepanjang sejarah piala dunia.
BACA JUGA: Jepang Tersingkir Setelah Kalah Adu Penalti Lawan Kroasia
Pada pertandingan melawan Kroasia yang berlangsung di Al Janoub Stadium pada Senin (5/12/2022) pukul 22.00 WIB itu, Samurai Biru sebenarnya unggul lebih dulu melalui gol Daizen Maeda pada menit ke 43. Namun, pada babak kedua Kroasia menyamakan kedudukan melalui gol Ivan Perisic.
Skor bertahan hingga dua kali perpanjangan waktu. Pertandingan pun terpaksa harus diakhiri dengan adu penalti.
Empat pemain Jepang yakni Takuma Asano, Takumi Minamino, Kaoru Mitoma, dan Maya Yoshida tak membuahkan hasil yang apik di adu penalti. Tendangan penalti nampak lemah hingga bisa ditepis oleh kiper Kroasia, Dominik Livakovic. Dari empat kesempatan, hanya tendangan Asano yang berhasil masuk.
Di sisi lain, Kroasia mengemas 3 gol di babak adu penalti. Tendangan dari Nikola Vlasic, Marcelo Brozovic, dan Mario Pasalic gagal dihalau oleh Shuichi Gonda.
Kekalahan ini membuat Jepang terus memperpanjang catatan buruknya di ajang piala dunia. Jepang memang berhasil mengalahkan raksasa Jerman dan Spanyol, namun tercatat bahwa sepanjang sejarah keikutsertaannya di piala dunia, Samurai Biru belum pernah berhasil menaklukkan 16 besar dan meraih tiket ke perempat final.
Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Jepang dikalahkan oleh Belgia secara dramatis di babak 16 besar dengan skor 3-2. Pemain senior Jepang, Yuto Nagatomo mengatakan bahwa efek samping psikologis dari kegagalan Jepang pada 2018 terasa ketika lawan Kroasia.
Menurutnya, para pemain dihantui oleh hasil minor. "Kenangan buruk itu sering muncul secara acak selama empat tahun terakhir," ungkapnya dikutip ESPN pada Selasa (6/12/2022).
Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, Jepang gagal melaju ke 16 besar. Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Jepang gagal juga di 16 besar melawan Paraguay melalui adu penalti.
Pada Piala Dunia 2006 di Jerman, Jepang gagal melaju ke 16 besar. Pada Piala Dunia 2002, Jepang dikalahkan Turki dengan skor 1-0 di babak 16 besar itu. Pada saat itu, Jepang menjadi tuan rumah piala dunia bersama Korea Selatan.
Meski Jepang hanya memperpanjang catatan buruk di ajang Piala Dunia 2022, Pelatih Jepang Hajime Moriyasu mengatakan bahwa para pemainnya saat ini telah menunjukkan era baru sepak bola. Menurutnya, perkembangan sepak bola Jepang akan terus berkembang secara perlahan.
"Mereka harus menggunakan perasaan kesal ini dan mencoba melangkah lebih jauh di lain waktu. Kita tidak bisa menjadi pahlawan super sekaligus. Kita harus meningkat selangkah demi selangkah. Kami telah mencapai level di mana kami bisa bermain di pentas dunia," ungkap Moriyasu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Presiden Prabowo menargetkan dividen BUMN Rp800 triliun melalui Danantara. Target itu setara 5% return on assets dari aset perusahaan negara.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.