Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Para atlet atletik Sleman mengikuti peresmian Sekolah Atletik Sleman Sembada, di Stadion Tridadi, Minggu (1/1/2023)/Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Guna mewadahi dan mendukung pengembangan olahraga atletik di Sleman, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sleman kini telah memiliki Sekolah Atletik Sleman Sembada. Sekolah ini diresmikan di Stadion Tridadi, Minggu (1/1/2023).
Ketua PASI Sleman, Aris Priyanto menjelaskan kehadiran Sekolah Atletik Sleman Sembada bertujuan memfasilitasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada para atlet dari berbagai kelompok usia di wilayah Sleman.
Dia berharap agar sekolah tersebut dapat menghasilkan kualitas yang lebih baik dari klub, baik dari sisi organisasi maupun manajemen. “Mempertahankan juara itu lebih sulit daripada merebut juara. Maka dari itu klub atletik yang ada di Sleman kami rangkum menjadi satu dengan nama Sekolah Atletik Sleman Sembada,” katanya.
Semangat tersebut menjadi motivasi Sekolah Atletik Sleman untuk mempertahankan gelar juara Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tahun ini.
BACA JUGA: APG 2022: Pembukaan dan Cabang Atletik di Stadion Manahan
Maka PASI Sleman menerapkan latihan sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Jadwal latihan akan ditingkatkan hingga enam kali dalam satu minggu saat akan menghadapi perlombaan.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, juga memberikan dukungan pada pengembangan Sekolah Atletik Sleman Sembada. Menurutnya, dengan keterlibatan atlet dari berbagai kelompok usia, dapat meningkatkan kuantitas serta kualitas atlet berbakat di Kabupaten Sleman.
“Ini tentunya menjadi semangat kami bahwa nanti sekolah atlet ini akan mencetak atlet-atlet Sleman menjadi lebih baik. Walaupun saat ini kami sudah berprestasi di berbagai cabang olahraga, tetapi yang juga harus diingat, salah satu tantangan dalam dunia olahraga adalah mencari bibit dan menjadikan bibit itu atlet yang andal,” ungkapnya.
Danang juga berpesan kepada orang tua atlet agar lebih memperhatikan minat dan bakat anak. Dia berharap orang tua tak sekadar menuntut, tetapi turut memberikan bimbingan dengan mengenali potensi yang dimiliki anak.
“Pastikan anak senang dalam melakukannya. Ketika sudah senang, maka mereka akan lebih mudah untuk dibimbing ke arah yang lebih baik,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
TKD mangkrak di Pleret, Bantul, kini jadi lahan percontohan pertanian berbasis IoT dan AI dengan sistem penyiraman otomatis.
Unsoed memastikan kepemimpinan universitas tetap berjalan meski KPK memeriksa sejumlah pejabat rektorat di Jakarta.
Saksi Robby Darussalam menyebut pemberian uang THR kepala dinas kepada Bupati Pekalongan sudah menjadi tradisi sejak pemerintahan sebelumnya.
Kapolri Listyo Sigit menyebut sejumlah nama telah diamankan terkait karhutla Kalimantan yang mencapai 1.487 hotspot.
Pemkab Bantul rutin menggelar operasi pasar untuk memantau stok sembako dan penerapan HET di sekitar 32 pasar.