Sensus Ekonomi Gunungkidul Selesai, Pengolahan Data Selesai Desember
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Logo KONI Gunungkidul./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gunungkidul mewacanakan menggandeng pihak ketiga untuk pengembangan prestasi olahraga di Bumi Handayani. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum I, KONI Gunungkidul, Choirul Agus Mantara, Rabu (11/1/2022).
Menurut dia, pembinaan atlet berprestasi membutuhkan biaya yang sangat besar. Sedangkan dari sisi kemampuan anggaran, dukungan dari Pemkab Gunungkidul belum bisa secara penuh karena kemampuan yang masih terbatas.
Sebagai gambaran di tahun ini, KONI Gunungkidul mendapatkan alokasi Rp1,5 miliar. Padahal, menurut dia yang diajukan pada saat perencanaan sebesar Rp4,7 miliar.
BACA JUGA : Bersiap Jadi Tuan Rumah Porda 2025, KONI Gunungkidul
“Dengan Rp1,5 miliar jelas sangat kurang karena ada sekitar 43 cabang olahraga yang harus dinaungi. Makanya, ide menggandeng pihak ketiga dimunculkan. Sebab untuk benar-benar bisa berprestasi membutuhkan anggaran Rp15 miliar hingga Rp20 miliar setiap tahunnya,” kata Mantara kepada wartawan, Rabu (11/1/2023).
Menurut dia, ide untuk menggandeng pihak ketiga sudah disampaikan dalam rapat pleno yang diselenggarakan KONI pada Selasa (10/1/2023). Rencananya akan dibuat bula dana olahraga dengan melibatkan pengusaha, perusahaan maupun BUMD serta BUMN di Gunungkidul.
Selain itu, untuk penggalangan dana juga menggandeng forum CSR Gunungkidul. “Kebetulan ada pengurus yang terlibat dalam forum CSR, maka kami akan identifikasi untuk upaya kerja sama dalam proses peningkatan prestasi olaharaga di Gunungkidul,” katanya.
Meski demikian, untuk mewujudkan kerja sama ini sedang dilakukan proses kajian. Mantara meminta Bidang Organisasi dan Hukum di KONI agar membuat kajian terkait dengan regulasi pelaksanaan sehingga tidak menyalahi aturan yang berlaku.
“Segera koordinasi dengan Bagian Hukum pemkab sehingga ada kepastian tentang regulasi dalam hal kerja sama dengan pihak ketiga,” katanya.
BACA JUGA : Target Porda Terlampaui, KONI Gunungkidul: Prestasi Masih
Ketua KONI Gunungkidul, Irfan Ratnadi mengatakan, pihaknya melaksanakan pleno perdana kepengurusan baru untuk melihat ide gagasan dalam upaya memajukan sektor olahraga di Bumi Handayani. Menurut dia, banyak masukan yang diperoleh untuk mewujudkan hal ini.
“Semua aspirasi didengarkan karena demi kepentingan kemajuan olahraga,” katanya.
Menurut dia, salah satu fokus yang dilakukan adalah untuk persiapan Gunungkidul menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2025. “Jadi yang dipersiapkan tidak hanya tempat berlangsungnya kejuaraan, tapi juga pernyiapan agar Gunungkidul bisa lebih berprestasi lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
DPR membuka opsi Pansus dan Angket setelah putusan MK soal syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka.
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dkk didakwa menerima Rp352 miliar hasil TPPU periode 2020–2026 melalui sejumlah modus.
TWICE akan merayakan 11 tahun karier lewat fan party “Once upon a Thri11” di Seoul. Hanya 750 ONCE terpilih yang bisa bertemu sembilan member.
Tekanan ban ideal motor 29-33 PSI dan mobil 30-35 PSI. Simak panduan lengkap, kesalahan umum, dan tips pengecekan.
Hasil drawing Piala Liga Indonesia 2026/2027 menempatkan PSIM Jogja di Grup E dan PSS Sleman di Grup F. Simak pembagian grup lengkapnya.