Program MBG Dievaluasi, Abdul Mu'ti Bahas Penyaluran dan Penerima
Kemendikdasmen menyampaikan masukan kepada BGN untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, termasuk distribusi dan sasaran penerima.
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) bersama Siti Fadia Silva Ramadhanti (kiri) pada babak 16 besar turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2023, Kamis (26/1/2023)./Antara\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA — Pebulu tangkis ganda putri nasional Apriyani Rahayu menyikapi hasil nirgelar dari tiga turnamen awal tahun sebagai media pembelajaran agar dapat bermain lebih baik dan konsisten untuk ajang-ajang selanjutnya.
Atlet peraih medali emas Olimpiade Tokyo itu menilai ia dan Siti Fadia Silva Ramadhanti masih harus bekerja keras agar bisa meraih target yang mereka harapkan dalam setiap turnamen.
"Memang semuanya proses, kami mau dapat medali atau tidak memang semuanya butuh pembelajaran. Jadi bagaimana kami mengatur di sisi kami saja. Kalau tidak dapat medali ya sudah, sama saja seperti ketika dapat medali pun harus tahu apa saja yang mesti ditingkatkan," kata Apri dalam pesan singkatnya di Jakarta, Jumat (10/2/2023).
Pada Januari 2023, Apri/Fadia mengikuti tiga turnamen dari Malaysia Open (BWF Super 1000), India Open (Super 750), dan Indonesia Masters (Super 500). Sayangnya dari ketiga turnamen tersebut, ganda putri peringkat ke-8 itu belum berhasil memboyong satu gelar pun.
BACA JUGA: Gor Amongrogo Jadi Lokasi Digelarnya 2 Turnamen Bulutangkis Tingkat Internasional Bulan Ini
"Secara teknis paling kekuatan, terus pola permainan di lapangan bagaimana, sadari kesalahan ada di mana. Kami tidak spesifik apa saja kekurangannya, tapi sudah tahu masing-masing apa yang mesti ditingkatkan," kata Apri.
Berbeda dengan penampilan sebagai pasangan pada debut tahun lalu yang menciptakan dominasi kuat atas pasangan-pasangan papan atas, kini penampilan Apri/Fadia seakan sudah mampu diredam oleh lawan-lawan mereka.
Apri pun mengonfirmasi pandangan tersebut dengan mengatakan bahwa lawan memang sudah mampu membaca kelemahan mereka sehingga kini lebih sulit untuk menekuk lawan dengan dua gim langsung.
"Kalau soal tenaga kami masih powerful, hanya lawan sudah tahu titik lemah kami di mana. Ketika kami baru dipasangkan terus juara, mereka sudah tahu kalau kami bagusnya di power. Tipe kami memang begitu," ungkap Apri.
Untuk menyiasati kebocoran tersebut, kini Apri dan Fadia terus berbenah dalam segi pola permainan yang lebih variatif. Tujuannya agar lawan tak bisa dengan mudah membaca strategi di lapangan. "Tetapi memang butuh lebih variatif dan konsisten, semua butuh proses dan ya sudah kami menjalani saja."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Kemendikdasmen menyampaikan masukan kepada BGN untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, termasuk distribusi dan sasaran penerima.
Daftar rute Trans Jogja 2026 lengkap beserta tarif terbaru. Cek jalur bus yang menghubungkan berbagai wilayah di Jogja.
Jadwal SIM keliling Sleman Juli 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.
Pelaku usaha mikro dan kecil di DIY didorong tidak hanya mengembangkan usaha, tetapi juga meningkatkan literasi agar mampu naik kelas dan bersaing.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini Selasa 7 Juli 2026. BMKG sebut DIY cerah hingga udara kabur, cek detail suhu dan kelembapan.
Jadwal SIM Keliling Bantul Juli 2026 lengkap. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.