Delapan Belas Bulan dalam Capaian dan Pekerjaan Rumah
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong./JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Skuat Indonesia U-20 dibubarkan menyusul batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Pelatih Indonesia U-20 Shin Tae-Yong berbicara banyak mengenai perkembangan tim nasional setelah Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Shin Tae-yong menyampaikan kabar mengenai pembubaran Indonesia U-20 setelah pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Jakarta.
"Setelah ini akan dibubarkan, tim yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20 kemarin. Pak Presiden tadi bicara, beliau selalu menonton pertandingan-pertandingan timnas, dan melihat perkembangan yang baik. Tetapi sangat disayangkan karena Piala Dunia tidak bisa digelar, dan kami tidak bisa ikut," kata pelatih Shin setelah memimpin latihan tim di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu.
Shin dikontrak sejak akhir 2019 sampai Desember 2023. Meski belum pernah membawa timnas Indonesia di berbagai kelompok umur untuk memenangi trofi apapun, tetapi pelatih Shin dinilai telah memberikan banyak perubahan positif kepada timnas, serta mampu mendongkrak posisi Indonesia dalam daftar peringkat FIFA.
Kini kontrak pelatih Shin tinggal menyisakan beberapa bulan lagi. Namun ia menyatakan belum melakukan komunikasi dengan PSSI terkait perpanjangan kontrak.
"Memang akan lanjut terus sampai akhir tahun ini ya. Karena memang kontraknya seperti itu. Dan mungkin sekarang-sekarang ini harus bertemu dengan Erick Thohir untuk membicarakan masa depan saya," kata mantan pelatih Timnas Korsel itu.
Pelatih Shin merupakan sosok yang mendorong penggunaan pemain naturalisasi agar dapat mendongkrak prestasi tim Garuda. Terkini, Indonesia sedang melakukan naturalisasi untuk dapat merekrut tiga pemain muda asal Belanda yakni Justin Hubner, Rafael Struick, dan Ivan Jenner. Ketiga pemain itu diproyeksikan untuk memperkuat Indonesia pada Piala Dunia U-20 yang urung digelar di tanah air.
Meski demikian, pelatih Shin menyatakan belum mengetahui seperti apa masa depan ketiga pemain naturalisasi tersebut, setelah Piala Dunia U-20 tidak jadi dimainkan.
"Jujur saja belum ada laporan apa-apa tentang pemain naturalisasi seperti apa. Tetapi saya berharap ketiga pemain ini tetap jadi warga negara Indonesia untuk memperkuat skuat Timnas Indonesia," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
Josko Gvardiol resmi memperpanjang kontrak bersama Manchester City hingga 2031. Bek Kroasia itu ingin terus meraih prestasi bersama The Citizens.
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.