Unisa Yogyakarta Gencarkan Kampanye Antijudol
Transaksi Judi Online Tembus Rp1.200 Triliun, Mahasiswa Unisa Yogyakarta Perkuat Kampanye Pencegahan
Vice President (VP) Bank Mandiri Area Yogyakarta, Evi Martiani./Harian Jogja-Anisatul Umah
JOGJA—Mandiri Jogja Marathon akan kembali digelar tahun ini. Lomba lari maraton tahunan itu rencananya digelar pada 18 Juni 2023 mendatang.
Vice President (VP) Bank Mandiri Area Yogyakarta, Evi Martiani berharap event tersebut bisa mendongkrak perekonomian dan pariwisata DIY. Mandiri Jogja Marathon 2023 bakal melombakan dua kategori lari, yakni jarak 5 kilometer (5K) dan jarak 10 kilometer (10K).
Dia menjelaskan, Mandiri Jogja Marathon 2023 akan diikuti sekitar 8.000 pelari, di mana 70% pesertanya berasal dari luar DIY. Peserta banyak yang dari luar DIY karena pendaftaran dibuka melalui Livin’ Sukha sehingga semua pengguna Livin’ bisa membeli tiket.
"Event terbesar kami yang paling dekat adalah Mandiri Jogja Marathon digelar pada 18 Juni yang rencananya 8.000 pelari. Semua pengguna Livin’ yang ingin ikut sudah bisa melakukan ticket war melalui Livin’," ucapnya ditemui di Kantor Mandiri Sekuritas Yogyakarta, Senin (5/6/2023).
Dia mengakui tiket Mandiri Jogja Marathon 2023 terjual sangat cepat. Untuk kategori 5K, kata dia, tiketnya sudah habis tidak sampai satu hari. Begitu juga untuk kategori 10K juga terjual cepat.
“Saat ini semua tiket sudah terjual. Mandiri Jogja Marathon ini sudah masuk dalam calender event maraton dunia yang sudah dicatat setiap tahun," kata dia.
BACA JUGA: Serka Atjong Catat Waktu Tercepat di Mandiri Jogja Marathon 2022
Dia menjelaskan event ini telah disinergikan dengan dengan sejumlah dinas terkait seperti Dinas Pariwisata DIY serta Dinas Koperasi dan UKM DIY.
Selain itu, juga sudah disediakan paket-paket wisata yang dirancang oleh Association of the Indonesian Tours and Travel (Asita) dan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo).
Gandeng UMKM
Evi menjelaskan ada 69 UMKM yang digandeng oleh Bank Mandiri untuk terlibat di dalam Mandiri Jogja Marathon 2023. Puluhan UMKM itu sudah dikurasi terlebih dahulu dan nantinya didampingi oleh Bank Mandiri, khususnya terkait dengan e-commerce.
Di DIY, kata dia, jumlah UMKM yang tercatat di Dinas Koperasi dan UKM DIY mencapai sekitar 340.000 unit. Menurut dia, kebanyakan UMKM tersebut kerap tergagap saat bisnisnya menjadi besar sebab secara administrasi belum rapi. Sehingga perlu dilakukan pendampingan. "Banyak sekali case di DIY, UMKM mungkin awalnya coba-coba lalu besar. Mereka kelimpungan karena administrasinya enggak rapi.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transaksi Judi Online Tembus Rp1.200 Triliun, Mahasiswa Unisa Yogyakarta Perkuat Kampanye Pencegahan
Hasil FP1 MotoGP Jerman 2026: Raul Fernandez tercepat, kalahkan Marquez 0,051 detik. Bagnaia posisi 19. Persaingan sengit di Sachsenring.
Rekomendasi HP terbaik untuk usia 40 tahun ke atas: Samsung Galaxy A56, Redmi Note 15 Pro, iPhone 16e, vivo V60, Oppo Reno15, A36, dan realme C85. Layar besar,
Presiden Prabowo mengungkap 240 BUMN telah ditutup dan menargetkan 800 perusahaan ditertibkan hingga akhir 2026. Langkah ini disebut menghemat hampir Rp70 trili
Stadion Sultan Agung Bantul mulai direnovasi untuk menyambut Super League dan Championship musim 2026/2027. PSIM Jogja dan Persiku Kudus akan menggunakan SSA.
Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh aparatur negara berbenah dan melakukan introspeksi. Ia menegaskan rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan dan hukum harus