Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Ilustrasi CCTV. /Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN—Polresta Sleman tengah menyelidiki laporan pemukulan Media Officer Madura United pada Minggu (25/9/2034). Polisitelah menghimpun bukti-bukti dan keterangan saksi. Salah satu bukti yang sudah ada ditangan polisi adalah rekaman CCTV.
Kapolresta Sleman, Kombes Pol Yuswanto Ardi membenarkan bila Madura United FC telah membuat laporan polisi terkait insiden tersebut. "Ya sudah, sudah membuat laporan polisi di Polresta Sleman dari Media Official Madura United tadi malam," terangnya pada Senin (25/9/2023).
"Kita sedang lakukan penyelidikan. kita kumpulkan barang bukti, keterangan saksi. Barang bukti berupa CCTV sudah kita dapatkan dan tentu ini akan kita proses lanjut," ungkapnya.
Di sisi lain, berdasarkan rekaman CCTV yang berhasil diamankan kepolisian, Ardi mengungkapkan pelaku pemukulan Media Officer Madura United tergambar lebih dari satu orang.
"Yang pasti lebih dari satu, kalau tergambar di CCTV mungkin sekitar dua atau tiga orang, nanti kita selidiki lebih lanjut," tegasnya.
Selain mengumpulkan barang bukti, Ardi menyebut pihaknya juga akan berkoordinasi dengan suporter atas insiden pemukulan ini. "Pasti, jadi selain mengumpulkan barang bukti yang ada di TKP dan keterangan saksi, kami juga berkoordinasi dengan koordinator suporter agar bisa membantu kami memberikan informasi-informasi terkait penyelidikan yang sedang kami lakukan," tuturnya.
Atas insiden ini, Ketua Panpel PSS, Yuyud Pujiarto melalui pernyataan tertulis di akun instagram PSS Sleman menyatakan permohonan maaf atas insiden ini. "Panpel PSS menyatakan permohonan maaf atas insiden terhadap personel media officer Madura United FC pasca laga PSS Sleman menghadapi Madura United FC di Stadion Maguwoharjo Sleman pada Minggu (24/9/2023)," tuturnya.
Atas insiden ini, pihak panpel lantas melakukan koordinasi dengan penegak hukum untuk melakukan investigasi. "Kami sudah melakukan koordinasi bersama pihak penegak hukum untuk melakukan investigasi dan mengusut oknum yang terlibat," tegasnya.
Panpel sangat menyesali insiden ini. Yuyud berharap kejadian ini tidak terulang kembali kedepannya. "Kami turut menyesal atas insiden tersebut. Harapannya kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang lagi di kemudian hari," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.