Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Logo PSIM Jogja - ist Twitter PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dua gelandang PSIM Jogja Yudha Alkanza dan Andreas Esswein dipastikan siap diturunkan dalam laga melawan Nusantara United FC, pada lanjutan Liga 2 2023 di Stadion Kebogiro, Boyolali pada Sabtu (14/10/2023) mendatang.
Keduanya sempat mengalami cedera sehingga harus absen pada beberapa laga terakhir Laskar Mataram. Esswein cedera saat melakukan pemanasan jelang melawan PSKC Cimahi di pekan kedua lalu.
Pemain asal Filipina itu mengalami cedera hamstring sehingga tidak diturunkan dalam tiga laga terakhir PSIM. Sementara Yudha cedera pergelangan kaki saat latihan resmi sehari jelang kontra Perserang Banten.
Pada sesi latihan menjelang menghadapi Macan Dahan Borneo, julukan Nusantara FC keduanya sudah bergabung bersama pemain lain. Pelatih kepala PSIM Jogja Kas Hartadi mengatakan Yudha dan Esswein dalam kondisi fit dan siap bermain di laga terdekat. Hanya saja ia belum bisa memastikan apakah keduanya diturunkan atau tidak.
"Esswein sudah lumayan membaik, dia kan habis sakit. Yudha juga sudah latihan gabung dengan pemain lain. Namun saya belum bisa pastikan keduanya diturunkan atau tidak melawan Nusantara FC," kata Kas, Kamis (12/10/2023).
BACA JUGA: Kasus Leptospirosis Bantul Melonjak Lebih Tinggi dari Tahun Lalu
Mantan pelatih Dewa United itu mengatakan komposisi pemain yang akan dimainkan di laga mendatang tetap dipantau sampai dengan menit akhir menjelang laga. Ia tidak bisa memastikan kondisi pemain benar-benar fit atau tidak lantaran berkaca pada insiden Esswein yang sudah masuk ke dalam 11 pertama yang diturunkan saat melawan PSKC Cimahi, tetapi malah cedera saat pemanasan.
"Memang secara kondisi semua pemain fit kecuali empat lainnya yang masih cedera. Namun kita belum bisa menentukan siapa yang dimainkan. Mainnya kan Sabtu sore, paginya tetap kita pantau bagaimana kesiapan mereka," jelasnya.
Menurut Kas, semua pemain tetap mendapatkan kans yang sama untuk diturunkan pada laga nanti. Dalam sesi latihan rutin dirinya pun kerap mengganti komposisi pemain untuk menentukan skema yang tepat, meskipun secara kasar sudah mendapatkan gambaran siapa saja yang siap dan mampu menjalankan taktik menghadapi Nusantara FC.
Termasuk pada pemain U21, Kas Hartadi mungkin akan sedikit kebingungan lantaran pilihan yang tersedia cukup banyak. Ada empat nama pemain U21 yang dimiliki PSIM, tetapi yang kerap dimainkan Kas hanya Muhammad Afin Bahrani. Pemain dengan posisi sayap itu telah dimainkan tiga kali sebagai 11 pertama, tetapi gaya bermainnya yang ogah-ogahan kerap dikritik oleh fans.
Sulaiman dan Fikri pun baru bermain satu kali saat menghadapi Malut United. Diturunkannya Fikri pun karena tidak ada lagi pilihan akibat cederanya dua penjaga gawang Laskar Mataram. Praktis hanya Apriyanto Nurdin yang sama sekali belum pernah diturunkan oleh Kas. Menghadapi Nusantara FC, dimungkinkan juru taktik asal Solo itu menjatuhkan pilihan pada Fikri yang di laga terakhir tampil mengesankan.
"Untuk pemain U-21 kami juga belum bisa memastikan nama yang bermain. Masih kita lihat perkembangan ke depan bagaimana. Kami harap pemain bisa memberikan yang terbaik di laga nanti. Kemudian kita bisa pulang dengan tiga poin," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.