Kasus Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan, 14 Saksi Diperiksa
Polda DIY periksa 14 saksi dugaan malapraktik RSUD Prambanan, saksi ahli segera dipanggil awal Juli 2026.
Pelatih Timnas Indonesia U-16 Bima Sakti - PSSI
Harianjogja.com, SLEMAN—Teknologi video assistant referee (VAR) akan dipakai di Indonesia dalam turnamen Piala Dunia U-17 2023.
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti mengingatkan para pemainnya untuk bisa beradaptasi dengan penggunaan VAR. Legenda sepak bola Indonesia itu juga meminta anak asuhnya untuk berhati-hati karena kini segala momen yang mereka lakukan di lapangan akan tersorot kamera.
"Saya pikir ini jadi pengalaman yang baik. Oleh sebab itu, kami harus merespons dengan baik dengan adanya VAR. Saya menyampaikan ke pemain segala momen dan apa yang dilakukan di lapangan akan terlihat di kamera," kata Bima, Kamis (9/11/2023).
Tak terkecuali di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, tempat laga Indonesia dengan Ekuador juga telah dilengkapi dengan teknologi VAR. Momen ini juga menjadi awal penggunaan VAR di Indonesia.
Karena itu, Bima juga mengingatkan para pemain untuk bermain dengan sportif dan jangan terprovokasi sepanjang laga. "Oleh sebab itu, bersikap fair, harus main cerdik dan sabar. Jangan terpancing emosi. Apalagi kita kenal tim-tim pelatih pasti sering memancing, pemain jangan terprovokasi. Ada VAR yang selalu mengintai," tegasnya.
BACA JUGA: Ini Dia Nomor Punggung Skuad Timnas Indonesia di Ajang Piala Dunia U-17
Penyerang Tim U-17 Indonesia, Arkhan Kaka mengaku dirinya telah mendapatkan masukan soal penggunaan VAR. Dia dan rekan-rekannya akan mencoba lebih berhati-hati agar tidak merugikan tim.
"Grogi tidak, cuma memudahkan kami supaya pertandingan berjalan lancar dan kami juga sudah latihan berhati-hati untuk latihan besok karena ada VAR juga. Semoga kami tampil maksimal dan hasil yang kami raih adalah hasil yang terbaik," tuturnya.
Keberadaan VAR membuat Arkhan dan rekan-rekannya berhati-hati dalam mengambil suatu tindakan di lapangan. "Cuma waspada saja dan hati-hati karena VAR itu membantu perangkat wasit. Kami juga bermain harus berhati-hati juga melakukan suatu momen atau tindakan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY periksa 14 saksi dugaan malapraktik RSUD Prambanan, saksi ahli segera dipanggil awal Juli 2026.
Korban Daycare Little Aresha Jogja masih mengalami trauma. Orang tua menanggung biaya terapi, sementara proses hukum terus berjalan.
KAI mencatat 10 stasiun KA jarak jauh tersibuk pada semester I 2026. Stasiun Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan 3,2 juta pelanggan.
Sebanyak 38 budaya asal Jawa Tengah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026 tahap I, termasuk Ciu Bekonang dari Sukoharjo.
Komdigi memperingatkan 22 PSE yang belum mendaftar. Jika hingga 13 Juli 2026 belum patuh, layanan digital berisiko diblokir.
Pemkot Jogja masih mematangkan penataan Malioboro, termasuk becak listrik, akses kendaraan, dan perbaikan fasilitas water station.