Sekolah Rakyat di Tengah Tren Penurunan Jumlah Anak, Ini Kata Pakar
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Tangkapan layar saat polisi menembakkan gas air mata dalam kerusuhan suporter di Stadion Joko Samudro Gresik. /Twitter X.
Harianjogja.com, JOGJA—Video kerusuhan suporter dengan aparat kepolisian di Stadion Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur viral di medsos. Polisi menembakkan gas air mata berkali-kali ke arah suporter dalam kesempatan itu.
BACA JUGA : Peringatan Tragedi Kanjuruhan di Jogja, Massa Gelar Aksi Solidaritas
Sebagaimana diketahui pertandingan antara Gresik United melawan Deltras Sidoarjo dalam laga lanjutan grup 3 Liga 2 digelar Minggu (19/11/2023) sore. Hasilnya Gresik United kalah dengan skor 1-2. Kerusuhan diduga dipicu akibat kekalahan tim kemudian suporter akan melakukan protes ke manajemen akan tetapi dihalangi aparat kepolisian. Kondisi itu yang membuat suporter melakukan aksi anarkis.
Pada akun Instagram @pengamatsepakbola menuliskan kerusuhan suporter terjadi setelah pertandingan Gresik United vs Deltras Sidoarjo. “Kerusuhan terjadi ketika suporter mau demo di depan pintu VVIP. Petugas lalu mencoba menghalau, namun suporter justru melempar-lempar batu,. Petugas pun menembakkan gas air mata. Bus Pemain Deltras pun dilempari batu sekepalan tangan.. Kejadian ini membuat banyak korban luka. Astagaa.. mirisnya, dari Tragedi Kanjuruhan kita masih belum belajar,” tulis akun tersebut.
Bentrok yang terjadi antara suporter dengan aparat kepolisian ini pun viral di twitter (sekarang X). Kata ‘Kanjuruhan’ menjadi trending dengan berbagai twit netizen mengunggah video kerusuhan.
BACA JUGA : Setahun Tragedi Kanjuruhan, Duka Seorang Ibu yang Tak Lagi Berharap pada Keadilan
Beberapai akun menampilkan bentrok suporter yang melempari aparat di area stadion. Akun lain juga mengunggah aparat kepolisian berkali-kali menembakkan gas air mata di area stadion. Bahkan tampak seorang suporter meminta agar tidak menembakkan gas air mata.
Video lain juga memperlihatkan tembakan gas air mata menyasar nyaris mengenai pengguna jalan di sekitar stadion Joko Samudro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
PSIM Jogja hanya bisa mendaftarkan tiga pemain asing di League Cup 2026/2027 meski memiliki 11 legiun asing. Jean-Paul van Gastel siap mengandalkan pemain loka
Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo terus dikebut. Gerbang ini akan mengusung siluet Ratu Boko dan ornamen aksara Jawa.
Sekitar 200 warga binaan Gunungkidul akan difasilitasi mengikuti Kejar Paket A, B, dan C sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.