11 Bayi Dievakuasi dari Sebuah Rumah di Pakem Sleman, 3 Sakit
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo akan menyelenggarakan Festival Sungai Progo 2023 dengan tajuk Clasic Progo World Class River. Festival tersebut memperebutkan Piala Tetap Sri Sultan HB X.
Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan Festival Sungai Progo 2023 dilaksanakan dalam rangka mengangkat sport tourism di DIY, khususnya di Kulonprogo.
Joko menjelaskan Festival Sungai Progo merupakan kompetisi arung jeram bertaraf nasional. Dengan menggandeng Federasi Arung Jeram Indonesia DIY, festival tersebut akan diadakan selama dua hari, mulai 25-26 November 2023). “Kejuaraan ini meliputi dua kategori yaitu kategori Slalom dan Down River Race, dengan total hadiah Rp109 juta,” kata Joko, Kamis (23/11/2023).
Pada kategori Slalom melombakan kejuaraan Arung Jeram R6, kejuaraan Kayaking Arus Deras, dan River Boarding. Lokasi pelaksanaannya di Sungai Progo di dekat Gerbang Samudra Raksa, Sabtu (25/11/2023).
Sementara pada kategori Down River Race melombakan kejuaraan Arung Jeram R6, kejuaraan Kayaking Arus Deras, dan River Boarding dengan titik start dilaksanakan di Sungai Progo, dekat Gerbang Samudra Raksa dan finis di Kawasan Ancol Banjaroya, Minggu (26/11/2023).
“Peserta Arung Progo selain dari Desa Wisata di Kapanewon Kalibawang, juga diikuti atlet dari berbagai daerah seperti Sumatra Utara, Jawa Barat, dan DKI Jakarta,” katanya.
Dia menegaskan dalam kejuaraan arung jeram tersebut, panitia memprioritaskan pembinaan peserta dari desa wisata sekitar Kapanewon Kalibawang. Pembinaan tersebut diharapkan memunculkan potensi bibit atlet lokal. Peserta juga dipersiapkan sebagai pemandu wisata air ke depannya. “Dengan kegiatan juga memberdayakan masyarakat lokal seperti homestay, makanan lokal, dan lain-lain agar lebih memberdayakan masyarakat,” ucapnya.
BACA JUGA: Penambang Ilegal Diklaim Punya Backing Kuat, Moratorium Izin Tambang Progo Dianggap Sia-Sia
Lebih jauh Joko menjelaskan pihaknya telah menyelenggarakan pelatihan arung jeram bagi empat kalurahan berbasis pada desa wisata dan pokdarwis di Kapanewon Kalibawang sepekan lalu.
Nantinya ada kompetisi, di mana peserta dari kalurahan di Kalibawang dapat menjadi pemandu kegiatan arung jeram bahkan atlet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.