Proyek Tol Solo-Jogja di Bantul: 667 Bidang Lunas, 101 Menunggu
Pembebasan lahan tol Solo–Jogja di Bantul capai 667 bidang. Masih tersisa 101 bidang menunggu pembayaran UGR.
Skuad PSIM Jogja saat menggelar latihan malam hari sebagai persiapan adaptasi jelang melawan Semen Padang FC pada Sabtu (6/1/2023) mendatang./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Skuad PSIM Jogja diminta untuk fokus pada penglihatan saat berjumpa dengan Semen Padang FC dalam lanjutan Liga 2 2023 babak 22 besar pada Sabtu (6/12/2024) mendatang.
Bukan tanpa sebab, pada laga itu Laskar Mataram akan dijamu Kabau Sirah di Stadion H. Agus Salim pada malam hari pukul 19.00 WIB. Hariono dan kolega pun telah melaksanakan latihan malam hari untuk proses adaptasi.
Pelatih Kepala PSIM Jogja, Kas Hartadi mengatakan pertandingan pertama yang digelar malam hari di musim ini penyesuaian memang perlu dilakukan.
Juru taktik asal Surakarta ini menyebut faktor pengelihatan menjadi fokus adaptasi latihan. “Mungkin kami terbiasa bertanding sore. Kemungkinan lampu ya. Meskipun terang tapi kami tetap harus adaptasi,” ujar Kas, Minggu (31/12/2023).
Menurut pelatih berusia 53 tahun ini bermain di malam hari bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Bahkan dirinya lebih nyaman jika bermain di malam hari. “Pemanasannya lebih banyak. Menurut saya main bola lebih enak malam daripada siang. Tapi pemanasannya harus panas sekali karena agak dingin,” ujarnya.
Laskar Mataram dijadwalkan hanya berlatih malam sekali selama di Jogja. Hal ini memang hanya diperuntukkan sebagai langkah adaptasi para pemain. Selebihnya Kas Hartadi tetap ingin menggenjot performa anak asuhnya di sisi fisik dan taktikal.
Sementara Pelatih Fisik PSIM Jogja, Ruly Hidayansyah membeberkan perkembangan latihan para pemainnya. Dia menyebut, sejauh ini kondisi fisik para pemain cukup bagus menjelang melawan Semen Padang.
“Perkembangannya sejauh ini rata-rata pemain oke. Hanya ada beberapa pemain yang masih pemulihan. Sukarja sudah mulai adaptasi, gabung sama latihan. Insyaallah untuk melawan Semen Padang siap,” ungkap Ruly.
BACA JUGA: Kontra Semen Padang, Laskar Mataram Waspadai Striker Haus Gol Kabau Sirah
Pelatih berlisensi B AFC tersebut juga menambahkan bagaimana ia akan merancang latihan di fase 12 besar. “Kalau di 12 besar itu lebih ke pemulihan nanti fokus latihannya. Karena kita padat sekali. Kami fokus di pemulihan dan suplemen,” paparnya.
Jadwal untuk babak 12 besar ini terbilang cukup padat. Total lima pertadingan harus dimainkan oleh Laskar Mataram untuk bulan Januari. Maka dari itu Ruly berharap anak asuhnya tetap memiliki kondisi yang bagus.
“Semoga di 12 besar anak-anak tetap main stabil, konsisten, dan agresif seperti karakter yang pelatih kepala mau. Karena 12 besar itu pasti semua tim persiapannya harus bagus,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembebasan lahan tol Solo–Jogja di Bantul capai 667 bidang. Masih tersisa 101 bidang menunggu pembayaran UGR.
Pencarian dua remaja yang hilang di Gunung Bismo, Wonosobo, memasuki hari keenam. Tim gabungan masih menyisir sejumlah jalur.
Hari Pustakawan Nasional diperingati setiap 7 Juli. Simak sejarah, makna, dan peran pustakawan dalam memperkuat literasi di era digital.
Kasus dugaan pencemaran sumur di Mulyodadi, Bantul, diselesaikan melalui mediasi. Yayasan SPPG sepakat memenuhi empat tuntutan warga.
Penembakan di Ohio menewaskan seorang polisi, dua korban, dan tersangka. Dua petugas serta seekor anjing polisi juga mengalami luka.
Pembangunan PJU Sleman 2026 belum dimulai. Dishub masih menunggu hasil review kontrak Kejaksaan sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.