Poin Kesepakatan Trump dan Xi Jinping, Pesanan Boeing 200 Pesawat
Trump dan Xi Jinping sepakat stabilkan hubungan AS-China, termasuk pembelian 200 pesawat Boeing dan kerja sama perdagangan strategis.
Erling Braut Haaland (kiri) dari Norwegia dan Virgil van Dijk dari Belanda bersaing memperebutkan bola selama pertandingan sepak bola kualifikasi Piala Dunia antara Norwegia dan Belanda di Stadion Ullevaal di Oslo pada 1 September 2021. (ANTARA/AFP/Fredrik Varfjell)
Harianjogja.com, JAKARTA—Laga antara Liverpool melawan Manchester City pada pekan ke-28 Liga Inggris di Anfield, Minggu (10/3) pukul 22.45 WIB. Laga tersebut bukan hanya tentang duel bek tangguhnya Virgil van Dijk melawan top skor sementara dengan 18 gol Erling Haaland.
“Tidak mungkin mengatakan Virgil melawan Haaland,” kata Pelatih Liverpool Jurgen Klopp pada sesi jumpa pers, dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (8/3/2024)
Klopp mengatakan bahwa duel Van Dijk melawan Haaland kemungkinan besar tidak terjadi karena striker asal Norwegia itu menurutnya striker yang pandai, yang tidak akan menempatkan dirinya hanya berduel dengan bek-bek tangguh.
Ia menilai Haaland pasti akan mencari ruang-ruang kosong untuk menghindari duel-duel intens dengan bek-bek tangguh Liverpool.
“Jika Anda melihat pergerakan Erling Haaland, luar biasa cerdas, menempatkan dirinya pada posisinya. Jadi dia tidak bertarung dengan satu bek, dia bertarung dengan bek berbeda di baris terakhir. Dia cukup pintar karena tidak selalu berada di dekat satu-satunya bek yang mungkin dia anggap sebagai yang terbaik atau bukan,” jelas Klopp.
Ketika Van Dijk mampu menggagalkan pergerakan Haaland, Klopp mengatakan bahwa laga tidak akan selesai dengan mudah begitu saja.
Karena jika Van Dijk hanya fokus pada Haaland, maka pemain-pemain City yang berbahaya lainnya seperti Phil Foden yang sedang on fire musim ini dengan 18 gol dan 10 assist dapat dengan mudah menciptakan peluang dengan memanfaatkan ruang kosong yang dibuat oleh Haaland.
“Sekali lagi, saya memahaminya, namun sepak bola tidak lagi berjalan seperti itu. Saya kira sebenarnya waktu untuk melakukan man-marking sudah habis, tapi sekarang muncul lagi,” katanya.
“Jika Virgil van Dijk mampu menggagalkan Haaland, maka Foden menembakkan bola dari jarak 30 yard di sudut jauh atau Kevin De Bruyne melakukan hal yang bertahan sama atau Rodri datang atau apa pun, atau Bernardo Silva yang melakukannya," tambahnya.
"Jika Haaland tidak mencetak gol maka itu bagus, tapi mereka punya cukup pilihan lain untuk melakukan itu,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Trump dan Xi Jinping sepakat stabilkan hubungan AS-China, termasuk pembelian 200 pesawat Boeing dan kerja sama perdagangan strategis.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.