KPK Respons Praperadilan Silmy Karim Terkait Penyitaan
KPK merespons praperadilan Silmy Karim terkait penyitaan dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal WNA.
Pelatih kepala Kroasia Zlatko Dalic saat memimpin timnya dari pinggir lapangan dalam laga Grup B Euro 2024 antara Kroasia dan Albania di Volksparkstadion, Hamburg, Jerman, pada 19 Juni 2024. (AFP/GABRIEL BOUYS)
Harianjogja.com, JAKARTA—Pelatih Kroasia Zlatko Dalic mengeluhkan waktu tambahan yang dinilainya sangat buruk setelah mereka menyianyiakan keunggulan pada akhir pertandingan melawan Albania yang berakhir imbang 2-2 dalam pertanding Euro 2024 tadi malam.
Semifinalis Piala Dunia 2022 dan runner-up UEFA Nations League tahun lalu itu bangkit setelah tampil buruk pada babak pertama guna mengatasi defisit satu gol untuk memimpin saat waktu tersisa 14 menit.
Namun mereka bangkit pada akhir pertandingan dan harus membayar mahal ketika gelandang Albania Klaus Gjasula menyamakan kedudukan pada menit ke-95.
“Waktu tambahan ini parah sekali, ada perjuangan tanpa perlu bermain seperti itu," kata Dalic seperti dikutip AFP.
Tapi Dalic tak memungkiri pemain-pemainnya melakukan kesalahan. "Kami seharusnya tidak membiarkan lawan menyerang kami," kata dia.
Kroasia kini harus mengalahkan juara bertahan Italia dalam pertandingan terakhir Grup B pada 24 Juni agar lolos ke fase gugur setelah kalah 0-3 dari Spanyol pekan lalu.
Kroasia khawatir Euro di Jerman menjadi akhir dari sebuah era untuk sebuah tim emas yang termasuk Luka Modric yang berusia 38 tahun, Ivan Perisic yang berusia 35 tahun, dan Andrej Kramaric, yang merayakan ulang tahun ke-33 pada Rabu dengan sebuah gol.
“Ini turnamen yang berbeda, cerita yang berbeda,” kata Dalic. “Kami tidak menyangka akan mendapatkan kisah sesulit ini dalam dua pertandingan."
BACA JUGA: Hasil Euro 2024: Duel Sengit Kroasia Vs Albania Berakhir Imbang 2-2
Kroasia bukan satu-satunya favorit turnamen ini yang justru tampil mengecewakan dalam awal Euro 2024 karena Prancis dan Inggris juga menang susah payah 1-0 atas Austria dan Serbia.
Portugal yang juga favorit malah membutuhkan gol menit-menit akhir untuk bisa mengalahkan Republik Ceko, sementara Belgia tumbang di tangan Slovakia.
"Turnamen ini keras. Portugal kesulitan melawan Ceko, Inggris kesulitan melawan Serbia.. Turnamen ini sangat terbuka dan semua tim cukup seimbang," tambah Dalic.
“Yang terpenting kami masih bertahan, kami harus menang melawan Italia," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK merespons praperadilan Silmy Karim terkait penyitaan dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal WNA.
99 Asmaul Husna lengkap dengan arti dan cara meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari sebagai refleksi untuk memperbaiki perilaku.
Ibu-ibu Jogja kembali menggelar aksi pukul panci dari Tugu ke UGM, menyoroti 43 ribu korban keracunan MBG dan kebijakan pemerintah.
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.
BMKG mencatat gempa susulan Flores M7,7 mencapai 13.863 kali hingga Rabu pagi, dengan magnitudo terbesar 6,2.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.