Perlinsos Digital Membuka Akses Bansos di Balik Perbukitan
Perlinsos Digital mempermudah warga pelosok Padang Pariaman mengakses bansos. Eli Suarni akhirnya menerima PKH setelah menunggu sejak 2018.
Pelatih kepala Kroasia Zlatko Dalic saat memimpin timnya dari pinggir lapangan dalam laga Grup B Euro 2024 antara Kroasia dan Albania di Volksparkstadion, Hamburg, Jerman, pada 19 Juni 2024. (AFP/GABRIEL BOUYS)
Harianjogja.com, JAKARTA—Pelatih Kroasia Zlatko Dalic mengeluhkan waktu tambahan yang dinilainya sangat buruk setelah mereka menyianyiakan keunggulan pada akhir pertandingan melawan Albania yang berakhir imbang 2-2 dalam pertanding Euro 2024 tadi malam.
Semifinalis Piala Dunia 2022 dan runner-up UEFA Nations League tahun lalu itu bangkit setelah tampil buruk pada babak pertama guna mengatasi defisit satu gol untuk memimpin saat waktu tersisa 14 menit.
Namun mereka bangkit pada akhir pertandingan dan harus membayar mahal ketika gelandang Albania Klaus Gjasula menyamakan kedudukan pada menit ke-95.
“Waktu tambahan ini parah sekali, ada perjuangan tanpa perlu bermain seperti itu," kata Dalic seperti dikutip AFP.
Tapi Dalic tak memungkiri pemain-pemainnya melakukan kesalahan. "Kami seharusnya tidak membiarkan lawan menyerang kami," kata dia.
Kroasia kini harus mengalahkan juara bertahan Italia dalam pertandingan terakhir Grup B pada 24 Juni agar lolos ke fase gugur setelah kalah 0-3 dari Spanyol pekan lalu.
Kroasia khawatir Euro di Jerman menjadi akhir dari sebuah era untuk sebuah tim emas yang termasuk Luka Modric yang berusia 38 tahun, Ivan Perisic yang berusia 35 tahun, dan Andrej Kramaric, yang merayakan ulang tahun ke-33 pada Rabu dengan sebuah gol.
“Ini turnamen yang berbeda, cerita yang berbeda,” kata Dalic. “Kami tidak menyangka akan mendapatkan kisah sesulit ini dalam dua pertandingan."
BACA JUGA: Hasil Euro 2024: Duel Sengit Kroasia Vs Albania Berakhir Imbang 2-2
Kroasia bukan satu-satunya favorit turnamen ini yang justru tampil mengecewakan dalam awal Euro 2024 karena Prancis dan Inggris juga menang susah payah 1-0 atas Austria dan Serbia.
Portugal yang juga favorit malah membutuhkan gol menit-menit akhir untuk bisa mengalahkan Republik Ceko, sementara Belgia tumbang di tangan Slovakia.
"Turnamen ini keras. Portugal kesulitan melawan Ceko, Inggris kesulitan melawan Serbia.. Turnamen ini sangat terbuka dan semua tim cukup seimbang," tambah Dalic.
“Yang terpenting kami masih bertahan, kami harus menang melawan Italia," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Perlinsos Digital mempermudah warga pelosok Padang Pariaman mengakses bansos. Eli Suarni akhirnya menerima PKH setelah menunggu sejak 2018.
Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan saat demo di Jogja, Rabu 28 Oktober 2026. Simak titik rekayasa jalan dan jalur alternatifnya.
Kemnaker memverifikasi mitra Magang Nasional Batch 3 hingga 30 Oktober 2026. Simak jadwal lowongan, pendaftaran, seleksi, dan mulai magang.
Pemkab Sleman mengimbau orang tua mengawasi anak agar tetap belajar dan tidak terlibat mobilisasi massa menjelang isu demo 28 Oktober 2026.
Arsitektur bukan sekadar persoalan bentuk dan tampilan bangunan. Cara seseorang bergerak, memperhatikan lingkungan, hingga merasakan suasana dalam sebuah ruang
Mahasiswa UJB dan UNY mempelajari pengolahan sampah plastik residu menjadi bahan bakar cair dan briket di Bank Sampah Berlian 08, Tompeyan, Jogja.