Kasus Rasisme Pemain, Argentina Meminta Maaf kepada Prancis

Newswire
Newswire Sabtu, 20 Juli 2024 10:17 WIB
Kasus Rasisme Pemain, Argentina Meminta Maaf kepada Prancis

Timnas Argentina./FIFA

Harianjogja.com, JAKARTA–Pemerintah Argentina meminta maaf kepada Prancis terakit kasus rasisme pemain yang dilontarkan oleh punggawa tim Tango.

Kasus rasisme yang melibatkan pemain tim nasional Argentina kian keruh usai Wakil Presiden Argentina, Victoria Villaruel menyebut negara Eropa itu "kolonialis" dan rakyatnya "munafik" dalam sebuah argumen atas dugaan nyanyian rasis pemain tim Tango dalam perayaan juara Copa America 2024.

BACA JUGA: Hasil Argentina vs Kolombia, Skor 1-0, Messi Menangis Tim Tango Pertahankan Gelar Juara Copa America

Presiden Argentina Javier Milei mengatakan bahwa pihaknya telah mengirim seorang pejabat senior ke kedutaan Prancis untuk menjelaskan kasus tersebut. "Pernyataan marah Victoria Villarruel di media sosial dibuat dalam kapasitas pribadinya," katanya dikutip dari laporan AFP, Sabtu (20/7/2024)

Sebelumnya, Victoria Villarruel dalam laman media sosial pribadinya mendukung pemain Argentina, Enzo Fernandez.

"Tidak ada negara kolonialis yang akan mengintimidasi kami karena nyanyian stadion atau karena berbicara kebenaran yang tidak ingin mereka akui. Cukup dengan kemarahan pura-pura, orang-orang munafik," tulis Victoria Villarruel.

Saat ini FIFA telah melakukan investigasi chants bernada rasis yang ditunjukkan untuk penyerang tim nasional Prancis, Kylian Mbappe. Enzo Fernandez dan sejumlah rekannya menyebut Mbappe sebagai pemain keturunan yang membela Prancis.

Melalui unggahan di laman Instagramnya, Rabu, Enzo Fernandez meminta maaf kepada semua pihak atas tindakannya yang tidak pantas di video tersebut dan berjanji akan berada melawan diskriminasi.

Saat ini proses hubungan diplomatik antar kedua negara atas insiden tersebut telah terjadi beberapa hari sebelum Milei dijadwalkan melakukan perjalanan ke Paris untuk menghadiri upacara pembukaan Olimpiade.

"Hubungan diplomatik dengan Prancis masih utuh," kata juru bicara kepresidenan Manuel Adorni.

Efek domino dari kasus ini juga membuat Wakil Menteri Argentina untuk olahraga, Julio Garro, diberhentikan dari jabatannya minggu ini setelah mengatakan kapten Lionel Messi dan Asosiasi Sepak Bola Argentina harus meminta maaf atas nyanyian tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online