JBBA 2026, Saatnya Dunia Usaha Berandil Cetak Talenta Masa Depan
JBBA 2026 menyoroti peran dunia usaha dalam membangun SDM adaptif di era AI dan transformasi digital di Jogja.
PSS Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SURABAYA—PSS melakoni laga perdana mereka di BRI Liga 1 2024-2025 menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (11/8/2024) pukul 19.00 WIB.
Dalam laga tersebut, PSS langsung menurunkan sejumlah amunisi anyarnya.
Di posisi penjaga gawang, Super Elang Jawa menurunkan kiper asal Brasil, Alan Bernardon. Pada posisi bek, pemain asing asal Ghana kelahiran Jerman, Phil Ofosu-Ayeh, pemain gaek Fahruddin, M. Abduh Lestaluhu.
Sementara di posisi tengah, pelatih Wagner Lopez memasang gelandang asal Korea Selatan, Chang Jin-moon, Kim Kurniawan, Paulo Sitanggang, dan Ricky Cawor. Adapun, di lini depan, Lopez memasang duet Hokky Caraka dan Gustavo Tocantins.
Untuk bisa menyaksikan laga menarik ini, Anda bisa menyaksikan secara streaming dengan mengakses tautan ini.
Berikut daftar lengkap starting line up Persebaya vs PSS:
Persebaya:
Ernando; Catur Pamungkas, Ardi Idrus, Slavko Damjanovic, Kadek Raditya, Alfan Suaib; Gilson Costa, Mohammed Rashid, Fransisco Rivera; Bruno Moreira, Flavio Costa
Pelatih: Paul Munster
PSS:
Alan Bernardon; Phil Ofosu-ayeh, Cleberson, Fachruddin, M. Abduh Lestaluhi; Paulo Sitanggang, Chang Jin-moon, Kim Kurniawan, Ricky Cawor; Hokky Caraka, Gustavo Tocantins
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.